Setelah Ade-Cecep Resmi Sebagai Cabup-Cawabup Tasik Terpilih

  • Bagikan

Oleh Usman Kusmana
Ketua LTN NU Kab. Tasikmalaya
Sekretaris Eksekutif Primajasa Institute

Minggu 21 Maret 2021, KPUD Kab. Tasikmalaya menggelar Pleno Penetapan Calon Bupati/Wakil Bupati terpilih pada Pilkada Kabupaten Tasikmalaya yang digelar serentak pada tanggal 9 Desember 2020 lalu.

Penetapan KPUD ini dilakukan setelah selesainya proses panjang sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi. Hakim akhirnya menolak gugatan yang dilayangkan oleh pasangan calon nomor 4 Iwan-Iip.

Putusan itu sekaligus menjadi penentu akhir bahwa Pilkada Kabupaten Tasik pemenangnya adalah Ade Sugianto dan Cecep Nurul Yakin yang diusung PDIP dan PPP.

Lalu bagaimanakah pasca penetapan KPUD itu dilaksanakan? Sebagai warga Kabupaten Tasikmalaya kita tentu saja akan menyaksikan alur normatifnya menuju proses pelantikan yang nanti akan ditentukan oleh Kemendagri. Meskipun Masa Jabatan Ade Sugianto-Deni Ramdani Sagara berakhir tanggal 23 Maret 2021.

Terpilihnya Ade Sugianto-Cecep Nurul Yakin menjadi fenomena politik tersendiri di Kabupaten Tasikmalaya. Karena Ade Sugianto sebagai politisi senior yang tersisa dari generasinya merupakan Ketua DPC PDIP dan tentu saja hal itu menjadi prestasi tersendiri bahwa Kader PDIP bisa memenangkan Pilkada di basis sosio kultur hijau Kabupaten Tasikmalaya.

Berharap Kehadiran Sosok Pemimpin

Jika nanti sudah dilantik maka Ade Sugianto-Cecep Nurul Yakin adalah Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya. Bupati semua warga masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. Bukan hanya Bupatinya PDIP dan PPP.

Oleh karena itu, kita semuanya tentu berharap pasangan Ade-Cecep akan menjadi sosok oemimpin yang memang mampu menjawab keinginan dan harapan rakyat Kabupaten Tasikmalaya. Pemimpin yang hadir di tengah-tengah masyarakat. Pemimpin yang mau mendengar dan ngaragap hate rahayatnya.

Jika sebelumnya selama 2 periode jadi wabup dan 2 tahun lebihnya Pak Ade Sugianto menjabat sebagai Bupati meneruskan kepemimpinan pa Uu Ruzhanul Ulum yang naik jadi Wagub Jabar, maka mulai 2021 ini jabatan Bupati akan utuh diawali oleh perjuangannya pada Pilkada lalu meskkipun masa jabatannya pun hanya 3.5 tahun. Sebab pada 2024 akan kembali digelar Pilkada serentak berikutnya.

Tentu pemimpin terpilih Kabupaten Tasikmalaya ini akan menjalani amanah kepemimpinannya dengan panduan RPJP dan RPJMD sesuai dengan janji-janjinya saat masa kampanye kemarin.

Sebagai bupati petahana tentu saja tinggal melakukan upaya, yang sudah baik di lanjutkan, yang kurang atau tidak baiknya dievaluasi dan dibenahi. Saya yakin pak Ade dan Cecep akan sangat tahu dan paham apa saja permasalahan mendesak yang harus segera ditangani di Kabupaten Tasikmalaya. Karena keduanya berlatar belakang politisi yang satu di eksekutif, satunya lagi di legislatif.

Perlu Sinergi Antar Komponen Stakeholder

Saya meyakini bahwa sepintar dan sehebat apapun seorang pemimpin pemerintahan memerlukan sinergi dan kerjasama antar seluruh stakeholder. Sebagai pemimpin, Bupati dan Wabup terpilih perlu membangun komunikasi dan rekonsiliasi dengan semua kekuatan politik yang kemarin bertarung di Pilkada. Ka-Hade-an itu harus dibuat Masagi agar Tasik benar-benar Azhar (cerah).

Selain itupula, sinergi dan kebersamaan itu harus dibangun dengan saling memahami dan menguatkan antara eksekutif dan legislatif. Jangan sampai ada fenomena eksekutif heavy ataupun sebaliknya. Keduanya harus berjalan seiring karena merupakan mitra sebagaimana amanat Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah. Dengan strategi bagaimana Birokrasi sebagai pelaksana teknis kebijakannya bisa digerakan secara simultan sebagai pelayan publik yang profesional, yang bekerja secara effektif dan effisien.

Disamping itu, penting pula merekatkan kembali perseduluran diantara komponen masyarakat lainnya baik antar ormas, OKP maupun lingkup terkecil di tingat kampung hingga RT. Bupati dan Wabup terpilih harus meyakinkan publik bahwa kontestasi telah selesai dan kini saatnya kita semuanya berjamaah, bahu-membahu bekerja membangun Kabupaten Tasikmalaya kedepan yang lebih baik lagi.

Semua permasalahan mendesak rakyat baik itu kemiskinan, pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur dan masalah ekonoki dan sosial lainnya harus segera dipetakan dengan benar. Agar diagnosis masalah dan resep yang dikeluarkannya tepat.

Mengelola anggaran sebesar Rp 3,7 Trilyun di Kabupaten Tasikmalaya semoga benar-benar memberi manfaat dan maslahat bagi rakyat Kabupaten Tasikmalaya. Input output outcome dan benefit impact-nya harus nyata dan terasa. Dengan berbagai indikator yang jelas perubahan dan peningkatannya ke arah yang positif.

Selamat Menjalankan Amanah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya kepada H. Ade Sugianto dan H. Cecep Nurul Yakin. Pemimpin yang adil akan paling dulu masuk surga, sebaliknya pemimpin dzalim tak akan mencium baunya surga. Semoga Allah menolong kita semua.***

  • Bagikan