Soal Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Warga Cuma Minta Sosialisasi 

  • Bagikan

KAPOL.ID – Rumah Sakit Purbaratu Kota Tasikmalaya kembali disoal warga sekitar. Kali ini bukan masalah pembangunan rumah sakit. Tapi warga mempertanyakan sosialisasi kepada masyarakat.

Padahal Pemkot Tasikmalaya melalui Dinas Kesehatan telah melayangkan surat kepada Camat Purbaratu, selaku Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Tingkat Kecamatan.

Surat tersebut berisi permohonan bantuan untuk menyosialisasikan kepada warga yang berada di wilayah setempat.

Seperti diketahui Pemkot Tasikmalaya akan mengoperasionalkan Rumah Sakit Purbaratu sebagai ruang isolasi pasien Covid-19 mulai Minggu (21/02/2021).

Menyikapi belum adanya sosialisasi kepada masyarakat, warga Kampung Cihaji melakukan penolakan.

Aksi penolakan tersebut dituangkan dalam spanduk besar dan dipasang tepat di depan Rumah Sakit Purbaratu.

Ketua RW 05, Kampung Cihaji, Kelurahan/ Kecamatan Purbaratu, Budi Sunarya mengatakan, penolakan rumah sakit dijadikan ruang isolasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 itu lantaran belum adanya sosialisasi kepada masyarakat.

Terlebih lokasinya dekat dengan pemukiman padat penduduk.

“Hingga tadi malam, belum ada sosialisasi dari instansi terkait khususnya dari dinas kesehatan, bahkan dari pihak kecamatan maupun kelurahan,” kata Budi Sunarya.

Menurut Budi, setelah warga melakukan aksi pasang spanduk penolakan, Senin (22/2/2021) pihaknya dipanggil pihak kecamatan untuk mencari solusi. Dari pertemuan tersebut pihak Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, menyanggupi akan melakukan sosialisasi Selasa (23/2/2021).

Tokoh pemuda Kampung Cihaji, Zezen Choeruzen menyesalkan lambatnya langkah instansi terkait untuk melakukan sosialisasi.

“Warga meminta adanya koordinasi dan sosialisasi terkait dampak rumah sakit dijadikan lokasi isolasi. Masyarakat belum tahu apakah ada dampak atau tidak kalau rumah sakit dijadikan lokasi isolasi. Kami menunggu itu dari pemerintah,” ujar Zezen.

Ditambahkan Zezen, warga Kampung Cihaji, melakukan pemasangan spanduk, sebagai bentuk shok terapi atau peringatan. Sejauh ini belum ada koordinasi dan sosialisasi baik dari lurah, Camat, maupun dinas kesehatan.

Meski kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya, semakin meningkat terutama dari kluster pesantren, tapi yang ditakutkan masyarakat itu dampaknya rumah sakit dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19.

“Masyarakat tidak tahu. Kudu kulo nuwun atuh. Masa kita warga terdekat rumah sakit tidak diberitahu,” ucap Zenzen.

Sebelumnya Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf mengatakan, masyarakat tidak akan terdampak dengan keberadaan Rumah Sakit Purbaratu yang bakal digunakan sebagai lokasi isolasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Yusuf menyebutan sifat virus ini bukan airbone tapi droplet jarak dekat. “Warga jangan khawatir terkena dampak. Saya berharap masyarakat mengerti akan kondisi pandemi saat ini,” ujar Yusuf. [rin]

  • Bagikan