KAPOL.ID – Jajaran Koramil 1812/Bandung Wetan Kodim 0618/Kota Bandung menggelar aksi nyata dalam menjaga estetika kota.
Melalui kegiatan “Kamis Bersih”, ratusan personel gabungan diterjunkan untuk melakukan pengecatan ulang fasilitas umum pasca aksi pembakaran dan vandalisme saat momen May Day di bawah Fly Over Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar bebersih biasa, melainkan bagian dari akselerasi Program Gerakan Indonesia Asri yang diusung Presiden RI, Prabowo Subianto
Danramil 1812/Bandung Wetan, Mayor Inf Dedi Rusyana memimpin langsung jalannya kerja bakti tersebut. Ia menegaskan bahwa aksi ini bertujuan mengembalikan wajah Kota Bandung yang bersih sekaligus menghapus jejak-jejak anarkisme yang merusak fasilitas publik.
”Kami mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama membersihkan lingkungan, terutama menghapus vandalisme di wilayah Fly Over Tamansari. Mari kita laksanakan dengan ikhlas agar Kota Bandung tetap dikenal sebagai kota yang bersih. Semoga ini menjadi ladang pahala bagi kita semua,” ujar Mayor Inf Dedi Rusyana di sela kegiatan.
Pantauan di lapangan, sedikitnya 300 personel terlibat dalam aksi ini. Mereka terdiri dari anggota TNI perwakilan 14 Koramil di wilayah Kodim 0618/KB, petugas Gober, ASN Kecamatan Bandung Wetan, Linmas, hingga masyarakat setempat.
Dengan mengenakan pakaian PDL lengkap dengan topi rimba dan sepatu boots, mereka menyisir dinding sepanjang kurang lebih 3 kilometer di area Fly Over Pasupati dan Taman Jomblo.
Kasie Ekbang Kecamatan Bandung Wetan, Rizal Hilman, yang mewakili Camat Bandung Wetan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan TNI, mulai dari Pangdam, Dandim, hingga Sesko AD, yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandung.
”Kecamatan Bandung Wetan adalah wilayah yang paling terdampak aksi kemarin, bahkan fasilitas di depan kantor pun dibakar. Hari ini kita fokus mengecat di delapan titik ruas jalan. Tujuannya bukan hanya bersih secara fisik, tapi menciptakan kondusivitas (Kamtibmas),” terang Rizal.
Rizal menambahkan, penghapusan simbol-simbol vandalisme penting dilakukan agar tidak memicu sentimen negatif atau kebencian di tengah masyarakat. Ia juga mengapresiasi dukungan CSR dari para pengusaha dan hotel yang menyumbangkan cat.
Senada dengan itu, Lurah Tamansari, Asep Ahmad Arifin, menegaskan bahwa gotong royong ini adalah bentuk komitmen warga menjaga wilayahnya.
”Kita ingin suasana di Kelurahan Tamansari kembali indah. Kami mengimbau masyarakat agar tidak cepat terprovokasi sehingga kejadian anarkis tidak terulang kembali. Ada tagline yang kami pegang: Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota,” tegasnya
Sementara itu, Kasi Tantrib Kecamatan Bandung Wetan, Sumaryanto, turut memberikan pesan edukatif bagi warga. Ia mengingatkan bahwa menyampaikan aspirasi adalah hak yang dilindungi undang-undang, namun tidak boleh disertai pengrusakan.
”Fasilitas umum ini dibangun dari uang pajak kita semua. Jadi, tolong dijaga. Silakan beraspirasi, tapi jangan anarkis dan jangan merusak fasilitas yang sudah kita bangun bersama,” pungkasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Danramil 1808/Coblong Cidadap, Kaur Op Kodim 0618/Kota Bandung Kapten Czi Asep Nurgani, Wakapolsek Bandung Wetan AKP Budiyana, Babinsa Serka Sutiyono, serta Bhabinkamtibmas Bripka Didin. (Ja)






