Tahun Baru sebagai Aktualisasi Esensi Konsep Diri

  • Bagikan

Oleh Dian Sugiana, S.Pd.
Guru SMPN 1 Cibalong Kab. Tasikmalaya

Di awal tahun baru 2022 semua insan memiliki kesempatan besar dalam memandang fenomena ini menjadi sebuah hikmah. Hikmah yang kuat ini tentunya dapat dirasakan oleh orang yang senantiasa berpikir dan berikhtiar untuk menyikapi dan menempatkan diri.

Semua hal baik tentang makna tahun baru bagi kita hanya bisa teraktualisasi melalui adanya pemahaman tentang esensi konsep diri yang tepat. Apalagi esensi ini menyangkut diri pada setiap individu sebagai komponen masyarakat.

Pemahaman mengenai konsep diri terkait mengisi tahun baru saat ini sangat banyak dan bervariatif. Apalagi dalam kiprahnya sebagai komponen masyarakakat. Pemahaman konsep diri pun banyak dikemukakan oleh para ahli.

Dalam situs Wikipedia yang penulis akses (1/1/2022) disimpulkan bahwa konsep diri adalah pandangan dan sikap individu terhadap diri terkait dimensi fisik, karakter dan motivasi diri serta kekuatan/kelemahan diri. Konsep diri merupakan inti dari kepribadian individu yang berperan penting dalam mengarahkan dan menentukan perkembangan serta perilaku positif individu.

Pada tataran inilah maka segala sesuatu yang terkait konsep diri di tahun baru ini akan penulis ungkap secara sederhana sebagai ide segar untuk bahan renungan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya kita dalam membangkitkan kembali tentang pentingnya esensi konsep diri dalam mengawali keberartian tahun baru ini.

Makna mengenai konsep diri menurut Sunaryo (2004) yaitu cara pendang individu mengenai diri yang terwujud menjadi sebuah gambaran diri (body image), ideal diri (self ideal), harga diri (self esteem), peran diri (self role), identitas diri (self identity). Berikut ini uraian singkatnya.

Gambaran diri artinya cara pandang individu terhadap tubuhnya, baik sadar maupun tidak sadar meliputi penampilan potensi dan fungsi tubuh, persepsi mengenai ukuran dan bentuk tubuh.

Ideal diri artinya perilaku diri yang mengacu pada hal umum dan kualitas hidup yang diharapkan untuk semua Harga diri dapat diartikan pandangan diri terhadap hasil yang diraih dari kondisi ideal diri.

Peran diri mengandung makna bahwa pola perilaku, sikap, nilai dan aspirasi berdasarkan keberadaan, inovasi dan kontribusinya di lingkungan masyarakat luas. Identitas diri bermakna ciri keberadaan diri sebagai sosok atau figur di lingkungan masyarakat.

Lima perwujudan tersebut bisa menjadi tolak ukur dan acuan dalam menelaah kadar kepemilikan diri dan kualitas individu ke depan terlebih untuk bangsa.
Menelaah cakupan mengenai konsep diri di atas nampaknya tidak sukar untuk bisa memastikan bahwa fenomena mengisi tahun baru dewasa ini sangat bervaratif.

Hal ini disebabkan oleh salah satunya karena mungkin kurangnya atau bahkan tidak tertatanya esensi konsep diri yang perlu diaktualisasi dalam bidang kehidupan. Konsep diri yang maksud oleh penulis yaitu tidak saja tertuju kepada individu tetapi bisa saja pada institusi dan komponen masyarakat lainnya. Seakan-akan semua menjadi hampa dan larut sebagai euphoria semata serta yang berlalu begitu saja.

Kita sadari bahwa ada beberapa pertanyan yang mungkin muncul di hati dan pikiran kita. Bagaimana cara berpikir dan berikhtiar kita dalam menyikapi (gambaran diri) fenomena tahun baru. Mengapa fenomena tahun baru begitu menggema sehingga berdampak pada sektor ekonomi (Kabar Priangan, 31/12/2021), sosial budaya bahkan pendidikan di masyarakat dan yang lainnya. Padahal solusi terus diupayakan dan dikerjakan (ideal diri).

Bagaimanakah cara mengisi tahun baru ini dengan tepat akan menjadi tolak ukur kualitas pemikiran dan pemahaman. Hal ini mengindikaskan pula bahwa kita kurang maksimal dan masih memiliki banyak kendala. Bahkan untuk sebuah lembaga mengindikasikan adanya citra lembaga yang seolah tidak tertata dengan baik.

Hal inilah yang mungkin mengecilkan citra kualitas bangsa kita di mata dunia internasional (harga diri). Bagaimana peran kita yang semestinya supaya tahun baru tidak begitu saja berlalu.

Kita pahami bahwa semua seolah–olah memiliki peran tetapi tanpa kendali diri serta acapkali mengabaikan norma dan aturan (peran diri). Pendek kata pada akhirnya akan timbul pertanyaan di pikiran dan hati kita, siapa dan bagaimana mutu bangsa kita ini sebenarnya (identitas diri) ke depan.

Dalam menyikapi tahun 2022 ini akan muncul berbagai ungkapan di atas. Kita dituntut untuk mencari dan menjadi solusi agar tahun baru tidak begitu saja berlalu. Keberadaan konsep diri dalam pengertian diri yang luas sangatlah penting untuk terus diurus sehingga menjadi modal utama dalam kemajuan bangsa.

Hal ini dilakukan dalam upaya menormalkan kembali semua sendi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.

Adanya kebiasaan masyarakat yang sering mengabaikan petunjuk dan aturan atas nama hak azasi dan kebebasan mengindikasikan kuat bahwa kita sebenarnya memiliki masalah dengan konsep diri menghadapi fenomena tahunan ini.

Kita menyadari bahwa memang banyak faktor yang menyebabkan konsep diri tidak berfungsi. Semua bisa dimulai dari kita untuk bisa mawas diri sebagai wujud kepemilikan konsep diri. Selanjutnya kita berproses menuju kebaikan dan kemaslahatan sesuai kapasitas kita.

Penulis tidak bermaksud menggurui, semua bisa berpikir dan berbuat. Intinya secara umum bisa disimpulkan bahwa esensi konsep diri dalam mengisi tahun baru ini sangat diperlukan dan harus ada pada setiap komponen masyarakat.

Hal ini sebagai bentuk kontribusi yang teraktualisasi dalam menjalankan peran dan tanggungjawabnya sebagai anggota masyarakat. Apalagi sebagai sebagai penyelenggara negara yang harus senantiasa memberi contoh baik.

Siapa, apa dan bagaimana mutu kita dalam mengisi tahun baru 2022 ini akan bisa dicitrakan dari esensi konsep diri yang teraktualisasi menuju transformasi beradaban manusia yang lebih baik. Wallohu a’lam.***

  • Bagikan