Tak Ada Bukti Prostitusi, Pelaku Video BO 200 dalam Pembinaan dan Pengawasan

  • Bagikan
Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto menginformasikan bahwa pelaku video BO 200 sudah dikembalikan kepada orang tuanya. Pihaknya akan mendampingi pemulihan psikisnya dan mengupayakan agar dapat kembali melanjutkan sekolah.

KAPOL.ID–Berbagai fakta baru terkait video asusila sepasang remaja di bawah umur, di mana pemeran perempuan berucap “Mau? Sini BO 200”, terungkap. Hasil penyidikan KPAID dan Polres Tasikmalaya menyimpulkan tidak ada bukti keterlibatan pemeran perempuan dalam prostitusi online.

Atas dasar itu, keduanya kini kembali ke pihak keluarga masing-masing. Tetapi tetap dalam pembinaan dan pengawasan beberapa pihak terkait. Keputusan diambil atas kesepakatan dengan beberapa pihak.

“Kami sudah rapat bersama dengan Polres Tasikmalaya, Muspika kecamatan setempat, desa, Dinas Sosial P2TP2A, MUI, pemerintah desa dan tokoh masyarakat, membahas terkait langkah yang diambil dalam kasus tersebut,” ujar Ato Rinanto, Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (9/6/2021).

Rapat tersebut memutuskan untuk mengembalikan kedua pelaku kepada orang tua masing-masing. Alasannya antara lain karena dari segi usia masih di bawah umur, juga atas jaminan tokoh masyarakat, bahwa kedua anak tersebut siap untuk dipulihkan dan dididik seperti sedia kala

Dengan demikian, lanjut Ato, penanganan kasus video asusila yang tersebar di media sosial itu sudah menemui babak akhir. Karena hasil penyidikan mengekerucut pada pola asuh dan pola didik keluarga yang tidak maksimal. Hal tersebut menimpa kedua orang pelaku, baik yang perempuan maupun laki-laki.

“Kami sepakati untuk mengembalikan kepada keluarganya. Dengan catatan orang tua, tokoh masyarakat, agama, pemerintah desa, dan kecamatan; siap meningkatkan pola pengawasan, pembinaan khusus kepada kedua anak tersebut dengan intens,” lanjutnya.

KPAID sendiri dengan tim dari Dinsos dan P2TP2A akan terus melakukan pemulihan psikis dan mental para pelaku agar, kembali pulih normal. Serta mendorong dan membantu menjembatani dengan pihak sekolahnya agar tetap menjamin keberlangsungan hak pendidikannya.

  • Bagikan