Tak Ikut Rapid dan Swab, Ceu Atat Malah Dapat Vonis Positif Covid-19

  • Bagikan
Keluarga Ceu Atat tidak terima atas vonis RSUD SMC yang menyatakan Ceu Atat positif Covid-19. Pasalnya, Ceu Atat tidak pernah ikut pemeriksaan rapid dan swab. (Foto: kapol.id/Amin R. Iskandar)

KAPOL.ID–Atat Maryati (56) mendapat surat dari RSUD SMC, yang menyatakan dirinya positif Covid-19. Padahal, ia tidak pernah mengikuti pemeriksaan rapid dan swab.

Ceu Atat, begitu warga sekitar memanggilnya, adalah salah seorang warga Kampung Bolodog, Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari. Kesehariannya, bertani.

Pada Kamis (21/1/2021), Ceu Atat semestinya memenuhi undangan Puskesmas Leuwisari untuk swab. Karena ia sempat kontak dengan salah satu kerabatnya yang positif Covid-19.

Tetapi Ceu Atat urung ke Puskesmas. Karena harus menyelesaikan beberapa pekerjaan di sawah. Sementara keluarganya yang lain berangkat ke Puskesmas.

Dani (35), menantu Ceu Atat, mengaku tidak terima atas vonis RSUD SMC terhadap Ceu Atat. Ia pun memosting surat dari RSUD SMC di akun Facebook.

“Mertua saya itu tidak ikut swab karena berhalangan, pergi ke sawah. Kalau saya sama bibi ikut swab. Dijemput pake mobil desa ke Puskesmas Leuwisari,” terang Dani kepada wartawan.

Sejatinya Dani sudah memberitahukan kepada Kepala Desa Linggawangi, ihwal ketidak ikut sertaan Ceu Atat untuk swab. Tetapi Dani masih mendapati nama mertuanya tercatat pada data Puskesmas.

“Pas saya lihat, kok ada nama mertua saya masih tercatat. Terus keluar surat hasil swab yang menyatakan positif Covid-19. Orang di kampung jadi tahunya positif. Bisa dibilang ini pencemaran nama baik,” lanjutnya.

Setelah itu, Dani mengaku ada petugas desa yang datang ke keluarga Ceu Atat, meminta untuk swab. Tetapi keluarga Ceu Atat menolak, sebelum ada perbaikan atas status Ceu Atat.

“Kalau yang menyatakan positif Covid-19 itu tidak diperbaiki dulu, khawatir hasilnya masih tetap positif,” tandas Dani.

  • Bagikan