Terhubung dengan KAPOL

BUDAYA

Tayuban Warnai Gelar Seni dan Budaya “Dangdos Papayoeng Agoeng Soekapura”

|

KAPOL.ID – Tayuban salah satu seni ibing yang kerap dilakukan oleh keluarga Bupati Sukapura dahulu kala kini mungkin sudah punah.

Sekelompok penari asyik bercampur-baur menari ala Tayuban, saat acara gelar seni budaya yang bertajuk “Dangdos Papayoeng Agoeng Soekapura” (DPAS) di lokasi Citiis, Galunggung, Desa/Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (7/3/2020).

Suasana Citiis yang dingin menjadi sedikit hangat setelah para penari ala Tayuban turun diiringi musik tradisi Celempungan dan Karingding dari Kota Tasikmalaya mewarnai suasana pagelaran.

Pupuhu Panitia Penyelenggara gelar seni dan budaya DPAS, Abah Farid, menuturkan dari Citiis Galunggung mengajak urang Sunda untuk terus berkiprah mempererat persatuan, menyamakan presepsi menjaga negara untuk kemaslahatan bangsa.

“Siklus sejarah Sunda 500 tahun ke belakang. Sekarang saatnya momentum yang tepat urang Sunda untuk bisa bangkit bersatu di semua lini kehidupan,” tandas Abah Farid.

Galunggung dalam perjalanan sejarah kata Abah Farid, bisa dikatakan tempat bersatunya atau berdamainya dahulu kala saat Karajaan Galuh dan Sunda terjadi perselisihan, dan sekarang di tempat ini kita yang hadir dari seluruh perwakilan komunitas Sunda dan kabuyutan di Jawa Barat terus berupaya bertekad Citiis menjadi simbol persatuan urang Sunda.

Wandy Putu Mustopha, dari Barasukma Kota Tasikmalaya menambahkan pagelaran seni dan budaya DPAS di Citiis merupakan langkah awal dari agenda Soekapura Ngadaun Ngora menyambungkan dan mempererat silaturami Soekapura menghadapi era zaman yang semakin komplek dan kompetitif.

“Asal ti Sukapura balik deui ka Sukapura. Hayu urang hirup sauyunan kanggo kamajuan Sukapura legana kanggo bangsa sareng nagara,” harap Wandy.

Kadisparpora Kabupaten Tasikmalaya Ir. Safari Agustin menyambut baik dan sangat mengapresiasi pagelaran seni dan budaya DPAS. Galunggung kata dia, kaya dengan sejarah budaya dan seni.

“Salah satu program Pemkab Tasikmalaya lewat Disparpora kini sedang gencar sosialisasi persiapan Geopark Galunggung untuk menuju Geopark nasional, ada ketentuan dalam geopark nasional salah satunya tentang keragaman budaya dan seni yang ada di sekitar Gunung Galunggung.

Sukapura Ngadaun Ngora bersama Kawargian Soekapura (KWS) dan Barasukma bisa menjadi mitra ke depan dalam segala hal,” harapnya.

Hadir dalam kesempatan itu perwakilan dari Dinas Pariwisata Provinsi Jabar, Sekjen KWS Hadi Wirahadikusumah, Pengurus Majelis Adat Sunda Avi Taufik Hidayat dari Bandung dan sekitar 100 orang perwakilan dari komunitas Sunda dan kabuyutan dari pelosok Jawa Barat.***

Diskusikan di Facebook

Silakan mengirim pesan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *