Tiga Program Prioritas Dinas Kesehatan Kabupaten Tasik Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

  • Bagikan
Tiga program prioritas DKPP Kabupaten Tasikmalaya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi dikemukakan oleh Kabid Kesmas DKPP, Dadan Hamdani, di tengah lokakarya dengan Forum AKSARA. (Foto: kapol.id/Amin R. Iskandar)

KAPOL.ID–Angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tasikmalaya masih tinggi. Tahun lalu (2020), ada sebanyak 23 orang ibu dan 162 orang bayi meninggal.

Dari data tersebut, menurut Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Hamdani, hanya kematian bayi yang mengalami penurunan.

“Angka kematian ibu masih sama seperti tahun sebelumnya, yaitu 23 orang. Alhamdulillah ada penurunan yang cukup signifikan pada angka kematian bayi, di mana tahun sebelumnya memcapai 182 orang,” terang Dadan.

Dadan menyampaikan data tersebut saat mengisi materi pada lokakarya bersama Forum AKSARA di aula DKPP, Kamis (18/2/2021). Ia juga mengemukakan tentang beratnya tantangan yang mesti dihadapi di tengah pandemi Covid-19.

Meski demikian, Dadan menekankan bahwa pihaknya akan tetap berkomitmen kembali menekan angka kematian ibu dan bayi. Paling tidak ada tiga program prioritas pada 2021.

“Program prioritas yang pertama meningkatkan tata kelola klinis yang baik di pelayanan kesehatan, baik di tingkat pertama maupun lanjutan rumah sakit,” lanjutnya.

Kedua, DKPP akan berusaha meningkatkan sitem perujukan yang efektif dan efisien. Tujuannya untuk mengantisipasi keterlambatan dalam masalah penanganan ibu dan bayi. Kendalanya di antaranya kondisi geografis Kabupaten Tasikmalaya yang begitu luas dan rumit.

Ketiga, menjalin kerjasama dengan masyarakat. Antara lain bermitra dengan para OMS. Dadan memgaku sangat mengharapkan kerja sama dengan OMS dapat membantu menangani masalah kesehatan ibu dan bayi.

  • Bagikan