Vaksinasi Massal Menimbulkan Kerumunan, Warga Kesal tak Kebagian Dosis

  • Bagikan
Banyak warga yang tidak mematuhi jadwal menyebabkan kerumunan dan banyak warga yang tidak kebagian dosis vaksin. (Foto: kapol.id/Megi Minati Dwi Putri)

KAPOL.ID–Pelaksanaan vaksinasi massal di Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, menimbulkan kerumunan. Banyak warga mengeluh karena tak kebagian dosis vaksin.

Setelah pemerintah mewajibkan vaksinasi, animo masyarakat semakin tinggi. Warga rela mengantri sejak pagi, berdesak-desakan hingga mengabaikan Prokes. Sayangnya masyarakat menilai Satgas setempat belum mengimbanginya dengan persiapan yang matang.

“Saya sudah antri dari jam 07.00, tapi setelah dua jam kemudian hanya disuruh ambil nomor antrian saja. Katanya dosis vaksin untuk kelurahan saya sudah habis dan disuruh ke sini lagi besok pagi jam 09.00,” ucap Aisyah, salah satu warga, Rabu (8/9/2021).

Warga lain, Iyus (43) menuturkan bahwa pada hari pertama vaksinasi warga masih kondusif. Baru pada hari berikutnya banyak warga yang datang tak sesuai jadwal, hingga terjadi kerumununan.

“Harusnya dari bagian pendaftaran dicek dulu, apakah warga ini sudah terdaftar di RT/RW atau belum. Karena banyak warga yang mengeluh dan kesal, dia sudah daftar tapi pada saat datang ke sini tidak kebagian dosisnya,” papar Iyus.

Camat Arcamanik, Firman Nugraha menuturkan bahwa kegiatan vaksinasi massal tersebut merupakan inisiatif pihak kecamatan berkolaborasi dengan Puskesmas. Tujuannya untuk mendukung program pemerintah membentuk Herd Immunity.

Kecamatan Arcamanik menargetkan sebanyak 1.100 dosis per hari, untuk jangka waktu lima hari. Vaksinasi terhitung mulai Senin hingga Jumat (5-10/9/2021). Jadwalnya ditentukan oleh masing-masing RT dan RW.

“Tentunya kita harus menyukseskan program Pemerintah Kota Bandung, yaitu bulan September ini target 70 persen warga harus sudah tervaksinasi. Makanya kita juga di kewilayahan sedang mempercepat proses vaksinasi kepada seluruh warga,” ujar Firman.

Firman juga mengaku bahwa pelaksanaan vaksinasi massal sudah diatur sedemikian rupa, untuk mengantisipasi kerumunan. Banyak warga yang tidak mematuhi jadwal menjadi penyebab utama kondisi menjadi tidak terkendali.

“Biasanya khusus pagi itu warga banyak yang datang. Walaupun sudah kita kasih tahu dimulai setengah delapan, tetapi jam enam sudah ngantri di sini. Terkadang juga ada warga luar yang ikut ngantri,” tambahnya.

Firman tidak mempermasalahkan banyaknya warga yang datang, selama tetap menerapkan Prokes. Lagipula kerumunan biasanya tidak lama, setelah satu jam bisa kembali normal.

Vaksinasi kali ini, kata Firman lebih lanjut, merupakan vaksinasi dosis pertama. Untuk vaksinasi dosis kedua akan diselenggarakan pada akhir bulan September, masih di tempat yang sama.

“Mudah-mudahan kita juga nanti bisa memfasilitasi lagi di sini, karena dengan mengadakan kegiatan seperti ini terget kita bisa banyak, minimal 5.500 sampai 6.000 warga bisa tervaksin,” pungkasnya.

Reporter: Megi Minati Dwi Putri

Editor: Amin R. Iskandar

  • Bagikan