KAPOL.ID – Nakhoda Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) diserahkan kepada Wahyu Mijaya, menggantikan Dedi Supandi Kepala Disdik Jabar terdahulu yang diangkat menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Jabar.
Wahyu sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Jabar.
Wahyu dan Dedi sebelumnya dilantik oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil, pada “Jumat Keramat”, tanggal 24 Februari 2023, bersama 206 pegawai sipil negara yang dimutasi, dirotasi, dan dipromosikan dalam berbagai jabatan. Sembilan pejabat pratama atau eselon II, 131 pejabat administrator dan 66 jabatan pengawas.
Kemudian serah terima jabatannya dilangsungkan di Aula Ki Hajar Dewantara, Jalan Rajiman No 6, Kota Bandung, Senin, tanggal 27 Februari 2023, sekaligus sertijab jabatan administrator, jabatan pengawas serta pengurus Dharma Wanita Disdik Jabar di lingkungan Disdik Jabar.
Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Abdul Hadi Wijaya dari fraksi PKS pun angkat bicara, terkait pelantikan itu. Menurutnya Disdik Jabar merupakan instansi yang besar, manaungi sekian puluh ribu guru, dua juta siswa dan akan terdampak apabila manajemennya bagus.
Maka, kata Gus Ahad, sapaan akrabnya, Disdik Jabar harus memiliki pemimpin yang unggul dan memahami kondisi di lapangan, dan ia pu memuji kepemimpinan Dedi selama tiga tahun menjadi Kadisdik Jabar.
“Saya haturkan terima kasih kepada Pak Dedi Supandi, dalam kepemimpinan beliau banyak terobosan. Semua sepakat di dewan komisi V, banyak kemajuan di Disdik Jabar. Lebih rapi, termanaje, tertata termasuk pengangkatan kepala sekolah sampai pengawas dan lain-lain. Dulu ricuh sekarang lebih tertata. Tetapi masih ada beberapa PR (pekerjaan rumah), jadi PR kepada Kadis baru Pak Wahyu Mijaya,” kata Gus Ahad, di ruang Fraksi PKS, DPRD Jabar, Rabu (1/3/2023).
Meskipun begitu kata Gus Ahad, Wahyu sudah memiliki pengalaman dan tahu “jeroan” Disdik Jabar, karena beberapa tahun ke belakang pernah jadi Sekdisdik Jabar.
“Saya juga ucapkan selamat pulang kampung dan selamat bekerja. PR masih banyak dan butuh kontribusi. Kami sangat optimis dengan kontribusi-kontribusi untuk memperbaiki di manajemen pemerintahan urusan pendidikan,” kata Gus Ahad.
Adapun PR tersebut kata Gus Ahad di antaranya persiapan matang menjelang PPDB tahun akademik 2023-2024. Menurutnya selama pelaksanaan PPDB banyak keluhan mengenai proporsi sekolah swasta dengan negeri serta proporsi afirmasi yang ada di Jabar. Oleh sebab itu kata Gus Ahad Disdik Jabar harus membuat sistem yang berlaku sama di seluruh Jabar.
“PPDB pelaksanaannya harus dibuat lebih baik lagi, adanya masukan dari sekolah swasta yang merasa menjadi korban dengan adanya kebijakan, juga mohon diperhatikan di kota besar, yaitu praktek yang menyimpang di sekolah yang disebut favorit,” jelasnya.
Katanya, perlu tangan dingin dari sosok Kadisdik, agar permasalahan PPDB dapat terkelola dengan baik juga ketegasan, kecepatan tanggap dari para Kepala Cabang Dinas Pendidikan I-XIII.
Selain itu juga, persoalan guru honorer ke PPPK, kata Gus Ahad, hadirnya Peraturan Presiden (PP) yang dianggap belum sesuai, yang semakin lama semakin meruncing.
“Ekses-ekses di Jabar harus diantisipasi, karena guru honorer ada puluhan ribu di Jabar dan tenaga pendidikan lainnya. Itu dua pekerjaan rumah yang harus digarisbawahi Kadisdik Wahyu Mijaya,” tegasnya. ***






