KAPOL.ID –
Persentase penduduk miskin Kota Tasikmalaya berada di angka 10,84 persen atau sekitar 75.220 orang. Angka ini bergerak turun dibandingkan tahun sebelumnya.
Meskipun demikian, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan mencermati Indeks Kedalaman Kemiskinan meningkat dari 1,35 menjadi 1,89. Dan Indeks Keparahan Kemiskinan meningkat dari 0,26 menjadi 0,45.
“Artinya, masyarakat yang masih berada di bawah garis kemiskinan membutuhkan intervensi yang semakin tepat dan semakin kuat,” ujarnya saat rakor penanggulangan kemiskinan, Jumat (25/9/2026).
Ia berharap, rakor jangan berhenti pada laporan program yang sudah dilaksanakan atau berapa anggaran yang sudah terserap.
Namun intervensi yang sudah berjalan
sampai kepada keluarga yang tepat dan mampu mengubah kehidupannya.
“Tahun 2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,39 persen. Manfaat pembangunan ini harus benar-benar terasa sampai kepada keluarga yang paling membutuhkan,” ujarnya.
Viman mengatakan, penanggulangan kemiskinan juga tidak cukup hanya dengan memperkuat hubungan antarpemerintah dan antarperangkat daerah.
Juga memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, BAZNAS dan lembaga zakat, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, komunitas. Serta memanfaatkan berbagai sumber pendanaan alternatif yang sah.
“Sinergi ini harus diarahkan untuk memperluas cakupan intervensi, meningkatkan efektivitas program. Dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.”
“APBN, APBD Provinsi, APBD Kota, zakat, CSR, dan sumber sah lainnya harus mampu saling melengkapi pada sasaran yang sama,” katanya.***












