KAPOL.ID – Pada 20 Juli sampai 30 Juli 2022, menunjukan bahwa warga Kota Bandung akan memilih calon pemimpin berdasarkan identitas baik suku maupun agama.
Hal tersebut menurut Lembaga survei Indonesian Politics Research and Consulting (IPRC).
Peneliti IPRC Fahmi Iss Wahyudi mengatakan, pihaknya telah melakukan survei terkait politik identitas di Kota Bandung.
Menurut dia, dengan melibatkan sampel 1.002 orang pada rentang 20-30 Juli 2022.
“Sampel berasal dari 30 kecamatan di Kota Bandung dan dipilih secara acak,” ujarnya.
Ia melakukan survei di 30 kecamatan yang ada di Kota Bandung dengan paling banyak wilayah Babakan Ciparay dan Cinambo yang terkecil.
“Responden laki-lakinya itu sekitar 50,4 persen sedangkan perempuannya 49,6 persen,” ucap Fahmi, dalam Rilis Temuan Survei Persepsi Publik Terkait Politik Identitas Di Kota Bandung, Jumat, (26/8/2022).
Pihaknya dalam survei ini berfokus pada politik identitas yang pembahasannya terkait sosok pemimpin baik segi agama, etnis, maupun suku.
“Namun, menjadi permasalahan ialah perbincangan politik terkait pemilu 2024 masih sangat kurang perhatian bagi masyarakat Bandung dari berbagai usia,” ucapnya.
Hal itu, disebabkan belum adanya peristiwa politik yang dapat menjadikannya pembahasan baik saat berkumpul atau melalui media sosial.
Fahmi menilai, pemilihan wakil rakyat seharusnya dilepas dari isu-isu identitas.
“Hal itu untuk memastikan setiap pemimpin atau wakil rakyat yang dipilih memiliki kualitas yang mumpuni.
Harusnya memilih, idealnya dari kompetensi, latar belakang rekam jejak kemampuan dalam memimpin,” katanya
Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbangpol Kota Bandung, Tatang Hamdani, Tatang menyebutkan, sejumlah upaya sosialisasi dilakukan Pemkot Bandung terkait hal ini.
“Upaya identifikasi awal sudah dilakukan. Harapan terbesarnya, meningkatkan partisipsi politik masyarakat Kota Bandung,” ucap Tatang.
Ia mengaku optimis dengan angka partisipasi politik di Kota Bandung untuk tahun Pemilu serentak 2024 nanti.
Untuk diketahui, pada Pilpres 2019, Kota Bandung pernah menorehkan tren positif dengan mencapai 86 persen angka partisipasi politik.
“Tentu, kami berharap setidaknya angka itu bertahan. Lebih bagus kalau meningkat,” sambungnya.
Di sisi lain, KPU Kota Bandung lewat keterangannya menyebut pada Pemilu 2024 sudah menargetkan angka partisipasi pemilih di 87 persen.
Adapun terkait data pemilih, saat ini baru 1.793.587 pemilih yang terdaftar di KPU Kota Bandung.
Diperkirakan, nantinya akan ada 1,9 juta pemilih dari kota Bandung pada Pemilu 2024. ***












