POLITIK

Pengambil Formulir PKB Kota Tasik, Pengusaha, Akademisi Hingga Komika

×

Pengambil Formulir PKB Kota Tasik, Pengusaha, Akademisi Hingga Komika

Sebarkan artikel ini
Perwakilan H. Wahid mengambil formulir pendaftaran bacawalkot dam bacawawalkot dari PKB Kota Tasikmalaya, Sabtu (27/4/2024).*

KAPOL.ID –
Hari ketiga pengambil formulir bacawalkot dan bacawawalkot PKB Kota Tasikmalaya sudah tiga orang hingga pukul 12.00 WIB.

Sejak pagi, pengambil formulir sudah berdatangan mulai dari perwakilan, hingga kandidat.

Ketua Desk Pilkada PKB Kota Tasikmalaya, Heni Hendini mengatakan sudah ada lima orang yang sudah mengkonfirmasi akan mengambil formulir.

“Hari ini rencananya ada lima, sampai pukul 12.00 WIB sudah ada tiga orang. Pertama Muhammad Rezqi Budiman, kemudian perwakilan H. Wahid dan Robby Fashda.”

“Masih ada beberapa nama lagi yang akan mendaftar hingga ditutup pukul 16.00 WIB hari ini,” jelasnya.

Utusan M. Rezqi Budiman, Dudu M Abdilah menuturkan kehadirannya untuk mengambil formulir ke PKB Kota Tasikmalaya.

“Kenapa PKB, karena mengusung jargon perubahan seperti saat Pilpres kemarin. Makanya sebagai anak muda beliau tertarik maju,” katanya.

Ia memaparkan, Rezki merupakan keluarga besar bus Budiman. Juga tercatat sebagai direksi di PT. Budiman.

“Jiwa kepemimpinannya teruji dan memimpin sejumlah perusahaan,” tuturnya.

Sementara itu, pengambilan formulir Ketua DPC PKB Kota Tasikmalaya, H. Wahid melalui Asep Endang beserta rombongan.

“Kenapa mengambil hari ini, atas saran dari penasihat Wahid Center. Prestasinya saat pemilu kemarin, raihan kursi bertambah dari tiga menjadi lima.”

“Semua itu berkat kerja keras kader, pengurus dan caleg di bawah kepemimpinan H. Wahid. Saya yakin partai lebih maju dan profesional,” kata Asep.

Komika asal Tasikmalaya, Robby Fashda ikut mengambil formulir pendaftaran bacawalkot dan bacawawalkot PKB Kota Tasikmalaya, Sabtu (27/4/2024).*

Pengambil formulir, Robby Fashda mengaku memiliki ketertarikan terhadap PKB. Founder Standup Indo Tasikmalaya ini ingin berkiprah lebih dalam dunia politik.

Kemudian berikhtiar menjembatani generasi babby boomer, milenial, gen z dan y hingga generasi alfa.

“Kalau perform komika kan roasting orang lain, nah sekarang masuk ke dalam dunianya. Turun gunung lah istilahnya,” kata komika asal Tasikmalaya ini.

Lelaki berusia 34 tahun ini berharap Kota Tasikmalaya ini dapat menguatkan kearifan lokal Kota Tasikmalaya.***