BIROKRASI

Sinergi Strategis BGN: Sony Sonjaya Gandeng Bobon Santoso Bedah Realita Gizi Pelosok

×

Sinergi Strategis BGN: Sony Sonjaya Gandeng Bobon Santoso Bedah Realita Gizi Pelosok

Sebarkan artikel ini
Wakil Kepala BGN, Irjen Pol. (Purn) Sony Sonjaya

JAKARTA, KAPOL.ID – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen (Pol.) Sony Sonjaya, mengambil langkah taktis dalam memperkuat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui audiensi resmi di kantor pusat BGN Jakarta, Minggu (15/3/2026), Sony Sonjaya secara khusus menggandeng kreator konten kuliner, Bobon Santoso, untuk menyinergikan data lapangan dengan kebijakan pemerintah.

Dalam pertemuan tersebut, Sony Sonjaya menegaskan bahwa Program MBG bukan sekadar aksi sosial jangka pendek. Beliau memberikan penekanan kuat pada visi besar pemerintah dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Bukan Sekadar “Bagi-Bagi Makanan”
Sony Sonjaya menggarisbawahi bahwa setiap porsi makanan yang disalurkan merupakan investasi negara untuk memutus rantai stunting. Beliau menyatakan bahwa transparansi dan ketepatan sasaran adalah harga mati dalam operasional program ini.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan dalam program gizi ini benar-benar dirasakan dampaknya oleh generasi masa depan. Ini bukan sekadar ‘bagi-bagi makanan’, melainkan langkah konkret peningkatan kualitas SDM Indonesia,” tegas Sony Sonjaya dalam poin diskusinya.

Alasan utama Sony Sonjaya merangkul Bobon Santoso adalah rekam jejak sang kreator yang telah menjangkau wilayah rawan dan terpencil di Nusantara, termasuk Papua, melalui misi “Kuali Merah Putih”. Sony menilai perspektif autentik dari lapangan sangat dibutuhkan oleh BGN.

“Perspektif dari lapangan sangat penting. Kami di Badan Gizi Nasional ingin memastikan bahwa program pemerintah ini benar-benar menjawab kebutuhan nyata di masyarakat, terutama di wilayah yang akses gizinya masih terbatas,” ujar Sony Sonjaya.

Lebih lanjut, Sony menjelaskan bahwa kolaborasi dengan figur publik yang memiliki pengaruh besar seperti Bobon yang baru saja mencatatkan rekor Guinness World Records dan memiliki 18 juta pengikut akan memperkuat fungsi pengawasan operasional.

Sony Sonjaya optimistis bahwa dengan keterbukaan BGN terhadap masukan berbagai pihak, distribusi nutrisi dan protein hewani akan lebih tepat sasaran.

Fokus utama tetap pada anak-anak di daerah pedalaman, di mana satu porsi makanan bergizi memiliki nilai krusial bagi tumbuh kembang mereka.

Melalui koordinasi ini, Irjen (Pol.) Sony Sonjaya menunjukkan komitmen BGN dalam menjaga standar nutrisi nasional sekaligus memastikan transparansi distribusi gizi hingga ke meja makan masyarakat yang paling membutuhkan.***