BISNISKANAL

Sopir Angkutan di Terminal Singaparna Enggan Periksa Kesehatan, Kepala Terminal: Kecewa

×

Sopir Angkutan di Terminal Singaparna Enggan Periksa Kesehatan, Kepala Terminal: Kecewa

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Agenda pemeriksaan kesehatan bagi para pengemudi angkutan umum di Terminal Singaparna, Jumat lalu, menyisakan cerita miris. Alih-alih dimanfaatkan untuk memastikan kondisi fisik jelang arus mudik, fasilitas medis gratis yang disediakan bersamaan dengan giat Ramcek tersebut justru sepi peminat.

​Pemandangan di lokasi tampak kontras. Dari ratusan pengemudi bus, angkutan kota (angkot), hingga angkutan pedesaan yang memadati terminal, hanya segelintir yang tergerak memeriksakan diri. Tercatat, hanya 11 orang sopir yang mendaftarkan diri ke meja petugas kesehatan.

​Ironisnya, saat petugas medis bersiaga di posko, para sopir lainnya justru terlihat lebih asyik menonton dari kejauhan tanpa ada niat untuk mengecek kondisi tubuhnya.

​”Padahal kami sudah siapkan pemeriksaan gula darah, tensi, hingga obat-obatan gratis bagi mereka yang mengeluh sakit ringan. Ini sangat penting, terutama bagi pengemudi yang memegang tanggung jawab keselamatan penumpang,” ujar salah seorang petugas kesehatan

​Nada kekecewaan pun tak bisa disembunyikan oleh Kepala Terminal Singaparna, Suhendar. Ia menegaskan, pihaknya sejak awal sudah memberikan instruksi agar seluruh awak angkutan memanfaatkan momen pemeriksaan kesehatan gratis ini.

​”Namun kenyataannya di lapangan sangat jauh dari harapan. Hanya beberapa orang saja yang masuk (posko), yang lainnya mah cuek-cuek saja,” keluh Suhendar.

​Berdasarkan data dari tim medis, dari 11 orang yang bersedia diperiksa, hasilnya cukup mengejutkan. Sebanyak 5 orang dinyatakan menderita hipertensi (darah tinggi), sementara 6 orang lainnya dinyatakan dalam kondisi sehat dan layak mengemudi.

​Petugas medis merekomendasikan agar 5 sopir yang terdeteksi hipertensi tersebut untuk beristirahat total hingga kondisi tekanan darah mereka kembali normal.

Hal ini menjadi catatan penting, mengingat risiko fatalitas kecelakaan di jalan raya seringkali dipicu oleh kondisi kesehatan pengemudi yang tidak fit namun tetap dipaksakan menarik tuas gas. (Adji Shg)