KABAR PRIANGAN ONLINE – Kabupaten Sumedang resmi menanggalkan stigma sebagai daerah pinggiran dalam peta inovasi nasional. Pada gelaran ASEAN City Leaders Conference yang berlangsung di Ha Noi, Vietnam, 7–10 Juni 2026, Sumedang tampil sebagai pembicara utama yang memukau delegasi lintas negara dengan narasi transformasi digital yang membumi: e-Office Desa.
Di tengah diskursus tentang smart city yang seringkali terjebak pada kemegahan infrastruktur kota besar, Sumedang justru hadir dengan pendekatan yang radikal. Mereka membuktikan bahwa jantung transformasi digital sesungguhnya justru terletak pada efektivitas pelayanan di level akar rumput tingkat desa.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, yang memimpin delegasi di Ha Noi, menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar pemenuhan agenda internasional. Ini adalah pernyataan sikap bahwa inovasi lokal mampu menjadi solusi global.
”Kami datang untuk menunjukkan bahwa transformasi digital bukan milik elit metropolitan. Melalui e-Office Desa, kami berhasil memangkas jarak antara pemerintah dan masyarakat. Pelayanan yang dulu lamban dan administratif kini bertransformasi menjadi sistem yang transparan, responsif, dan akuntabel,” ujar Tuti melalui unggahan media sosialnya.Selasa (8/5)
Menurut Tuti, sistem ini bukan sekadar alat kerja, melainkan instrumen untuk menghapus hambatan birokrasi yang selama ini menghambat kesejahteraan masyarakat desa. Keberhasilan ini pula yang membuat delegasi negara lain menaruh atensi besar pada model tata kelola yang diterapkan Sumedang.
Partisipasi Sumedang di panggung ASEAN bukan hanya ajang berbagi praktik terbaik (best practice), tetapi juga menjadi momentum strategis untuk merajut kerja sama regional.Tuti melihat forum ini sebagai pintu masuk bagi Sumedang untuk mengintegrasikan potensi lokalnya mulai dari kualitas sumber daya manusia, investasi, hingga pariwisata ke dalam jejaring global.
”Ini adalah tanggung jawab besar. Kita tidak hanya belajar dari kota-kota maju di ASEAN, tetapi kita juga menawarkan model tata kelola yang sudah teruji efektif. Harapan kami, jejaring internasional yang terbentuk di sini dapat mengakselerasi pembangunan daerah secara lebih luas,” tambahnya.
Kehadiran Sumedang di Ha Noi menjadi bukti nyata bahwa keberanian untuk berinovasi mampu mengangkat derajat sebuah daerah ke panggung internasional. Langkah ini sekaligus mempertegas posisi Kabupaten Sumedang sebagai salah satu lokomotif transformasi digital di Indonesia.
Ambisi mereka kini lebih besar: memastikan bahwa setiap sudut desa di Sumedang benar-benar terkoneksi, modern, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakatnya. Sumedang telah membuktikan, ketika inovasi bertemu dengan eksekusi yang tepat, jarak antara desa dan dunia tidak lagi menjadi kendala, melainkan peluang.*(GUH)*












