KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Kepala Pelaksana Badan Pengelola (BP) Kawasan Rebana Jawa Barat, Helmy Yahya, menegaskan bahwa investasi menjadi kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Hal tersebut disampaikan Helmy Yahya saat menjadi narasumber dalam Forum Ekonomi Regional Jawa Barat yang berlangsung di Aula Tampomas PPS Kabupaten Sumedang, Selasa (23/6/2026).
Menurut Helmy, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, Indonesia membutuhkan peningkatan investasi yang mampu mendorong ekspor dan menciptakan lapangan kerja baru.
“Kalau Indonesia ingin mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen, salah satu caranya adalah meningkatkan investasi. Dengan investasi, ekspor kita akan meningkat dan ekonomi akan bergerak lebih cepat,” ujarnya.
Helmy menjelaskan bahwa Kawasan Rebana memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru karena memiliki kawasan industri seluas sekitar 43.900 hektare yang siap dikembangkan.
Ia menilai sektor ekonomi digital menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan Indonesia dalam menghadapi persaingan global.
“Ke depan dunia akan bergerak ke arah digital economy. Nilai ekonomi digital dunia sangat besar dan Indonesia harus mampu mengambil bagian di dalamnya. Jika Indonesia bisa merebut satu persen saja dari pasar tersebut, dampaknya akan sangat signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Menurutnya, pengembangan ekonomi digital membutuhkan infrastruktur pendukung seperti pusat data (data center), server, serta energi terbarukan (renewable energy).
Helmy menilai Kawasan Rebana memiliki keunggulan untuk mendukung kebutuhan tersebut karena tersedia sumber daya air yang cukup dan peluang pengembangan energi hijau.
“Rebana sangat cocok untuk pengembangan data center karena membutuhkan pasokan air untuk sistem pendingin. Selain itu, kita memiliki potensi energi terbarukan, termasuk pengembangan panel surya di kawasan waduk dan bendungan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini pertumbuhan ekonomi di Kawasan Rebana telah berada di atas rata-rata nasional maupun rata-rata Provinsi Jawa Barat. Namun, menurutnya potensi tersebut masih dapat ditingkatkan melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Saya baru sembilan bulan bertugas dan kami terus bekerja keras bersama tim. Alhamdulillah kami mendapat dukungan penuh dari tujuh bupati dan satu wali kota yang berada di Kawasan Rebana,” ujarnya.
Helmy optimistis Kawasan Rebana dapat menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sekaligus memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kalau investasi masuk, penyerapan tenaga kerja akan meningkat. UMKM juga akan tumbuh karena industri pasti membutuhkan dukungan berbagai produk dan jasa dari pelaku usaha lokal,” katanya.
Sementara itu, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara forum yang telah menghadirkan berbagai pakar ekonomi dan pemangku kepentingan untuk membahas pengembangan ekonomi kawasan regional.
“Forum seperti ini sangat penting karena dapat melahirkan ide, gagasan, konsep, dan rekomendasi untuk pengembangan ekonomi kawasan regional, khususnya Kabupaten Sumedang yang menjadi bagian dari Kawasan Rebana,” ujarnya.
Dony menjelaskan bahwa wilayah Rebana di Kabupaten Sumedang mencakup tiga kecamatan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan investasi dan industri.
Menurutnya, masuknya investasi akan berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Ketika investasi masuk, akan tercipta banyak lapangan pekerjaan. Jika masyarakat bekerja dan memiliki pendapatan yang baik, maka kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat,” katanya.
Untuk menarik investor, Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), mempercepat proses perizinan, menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif.
“Kami sudah memiliki Mal Pelayanan Publik yang memberikan kemudahan dan percepatan perizinan. Selain itu, kami terus menyiapkan tenaga kerja melalui berbagai program pelatihan agar sesuai dengan kebutuhan industri,” jelas Dony.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan investasi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Pemerintah harus hadir mengorkestrasi seluruh stakeholder agar investasi yang masuk ke Kabupaten Sumedang dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya.












