KABAR PRIANGAN ONLINE – Pemerintah Kabupaten Sumedang menggelar Sharing Session bertema Transformasi Digital dan Smart City bersama Director of Global R&DB Center (GRC) and ASEAN Smart City Program (ASPP), Prof. Dr. JunSeok Joseph Hwang dari Seoul National University (SNU), Korea Selatan, di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Jumat (24/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir dan diikuti oleh ASN muda serta generasi muda Sumedang sebagai bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi era transformasi digital.
Sebelum memberikan materi, Prof. Hwang bersama Bupati Dony Ahmad Munir berkeliling kawasan Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS). Keduanya meninjau berbagai fasilitas yang menjadi bagian dari ekosistem pemerintahan terintegrasi, mulai dari kawasan pengelolaan sampah, sarana olahraga, area mini soccer, lapangan bola voli, hingga melihat produk budaya lokal seperti alat musik tradisional dan batik Kasumedangan.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Sumedang, Wuddan Lukmanul Hakim, mengatakan kunjungan Prof. Hwang merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja ASN Kabupaten Sumedang ke Seoul, Korea Selatan, beberapa waktu lalu.
“Alhamdulillah hari ini kita kedatangan Prof. Hwang dari Seoul, Korea Selatan. Ini merupakan kunjungan balasan setelah beberapa waktu lalu ASN Sumedang belajar langsung ke Korea mengenai tata kelola pemerintahan dan transformasi digital,” ujarnya.
Menurut Wuddan, Prof. Hwang mengapresiasi konsep Pusat Pemerintahan Sumedang yang dinilai mampu mengintegrasikan fungsi pelayanan publik, ruang terbuka, sarana olahraga, hingga pengelolaan lingkungan dalam satu kawasan.
Saat berkeliling, Prof. Hwang bahkan ikut berjalan kaki bersama Bupati Dony menyusuri jogging track, meninjau fasilitas olahraga, serta melihat langsung sistem pengelolaan sampah yang diterapkan di PPS.
“Beliau sangat mengapresiasi pengelolaan sampah di PPS. Sampah organik diolah menjadi kompos, sementara maggot hasil budidaya dimanfaatkan sebagai pakan ikan. Bahkan saluran air di lingkungan PPS dipenuhi ikan yang diberi pakan dari maggot tersebut. Ini menjadi contoh integrasi pengelolaan lingkungan yang sangat baik,” kata Wuddan.
Ia menjelaskan, keberadaan kawasan PPS bukan hanya diperuntukkan bagi aparatur sipil negara, tetapi juga terbuka bagi masyarakat sebagai ruang publik yang sehat dan nyaman.
“Sarana olahraga di PPS dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Sumedang, bukan hanya ASN. Sementara lapangan mini soccer dan bola voli masih dalam tahap pemeliharaan dan direncanakan mulai dibuka untuk umum pada Agustus mendatang bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” jelasnya.
Menurutnya, pembukaan fasilitas tersebut juga akan diramaikan dengan berbagai kompetisi olahraga yang melibatkan masyarakat dari 26 kecamatan di Kabupaten Sumedang.
Selain meninjau kawasan PPS, Prof. Hwang juga memberikan materi kepada ASN muda mengenai kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, hingga pentingnya membangun budaya melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
“Intinya bagaimana ASN, khususnya generasi muda, memiliki semangat melayani masyarakat secara profesional. Walaupun penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris, para ASN muda Sumedang mampu mengikuti dengan baik sehingga ilmu yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujar Wuddan.
Sementara itu, dalam paparannya, Prof. Dr. JunSeok Joseph Hwang menekankan bahwa keberhasilan pembangunan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran pemerintah, tetapi terutama oleh pola pikir masyarakat dalam memanfaatkan setiap program pembangunan.
Ia mencontohkan pengalaman di Korea Selatan, ketika pemerintah memberikan bantuan renovasi rumah. Dalam praktiknya, sebagian masyarakat menggunakan bantuan tersebut untuk kebutuhan sehari-hari sehingga tujuan pembangunan tidak tercapai.
“Permasalahan utamanya bukan terletak pada uang, tetapi pada pola pikir bagaimana memanfaatkan dukungan pemerintah untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Menurut Prof. Hwang, kelompok yang paling memiliki kepentingan terhadap masa depan kota adalah generasi muda, baik aparatur pemerintah muda, pelajar, mahasiswa, maupun pemuda di lingkungan masyarakat.
“Merekalah yang akan tinggal dan membangun kota ini di masa depan. Karena itu mereka harus diberi ruang, kepercayaan, pendidikan, dan kesempatan untuk berinovasi,” katanya.
Ia menjelaskan, berbagai program Smart City dan ASEAN Smart City Program lebih menitikberatkan pada edukasi, pertukaran gagasan, kolaborasi, serta pemberdayaan kaum muda dibanding sekadar memberikan bantuan dana.
Prof. Hwang juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang di bawah kepemimpinan Bupati Dony Ahmad Munir yang dinilainya memiliki komitmen kuat dalam membangun kota yang berorientasi pada pelayanan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, dan transformasi digital.
“Saya merasa terhormat dapat berada di Sumedang dan bekerja sama dengan Bupati Dony Ahmad Munir. Saya melihat kepemimpinan yang memiliki visi membangun kota ke arah yang tepat,” ujarnya.
Di akhir paparannya, Prof. Hwang mengingatkan bahwa hampir seluruh kota di dunia menghadapi tantangan serupa, seperti kemacetan, polusi, hingga mobilitas masyarakat. Menurutnya, salah satu langkah paling mendasar dalam membangun kota yang nyaman adalah dengan menghadirkan lingkungan yang ramah bagi pejalan kaki.
“Setiap kota memiliki tantangan yang sama. Namun, untuk membangun mobilitas yang baik, langkah pertama yang harus diperbaiki adalah menciptakan kota yang nyaman untuk berjalan kaki,” pungkasnya.











