BIROKRASI

Usia Sudah 394 Tahun, Pemkab Tasikmalaya Fokus Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan

×

Usia Sudah 394 Tahun, Pemkab Tasikmalaya Fokus Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan

Sebarkan artikel ini
Ekonomi Kerakyatan
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya jadikan peringatan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya sebagai momentum bangkitkan ekonomi kerakyatan. (Foto: Istimewa)

KAPOL.ID — Kabupaten Tasikmalaya menginjak usianya yang ke-394. Sebagai bentuk syukur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya merayakannya dengan sangat meriah. Waktunya tiga hari, mulai Jumat (24/7/2026) hingga Minggu (26/7/2026).

Semarak peringatan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tasikmalaya ini terpusat di dua lokasi. Yakni di Komplek Perkantoran Gedung Bupati Tasikmalaya dan Alun-alun Manonjaya.

Kali ini, Pemkab Tasikmalaya mengusung tema “Nyorang Masa Tasik Raharja”. Bukan tanpa makna, sebab bertujuan untuk fokus membangkitkan ekonomi kerakyatan. Tepatnya dengan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Secara teknis, Pemkab Tasikmalaya berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya. Tidak ada pawai jempana seperti biasanya. Yang menonjol justru potensi kriya dan kuliner khas lokal.

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin berkeyakinan bahwa peringatan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya merupakan momentum tepat untuk mengangkat kembali identitas budaya dan ekonomi daerah.

“Peringatan hari jadi Tasikmalaya akan berbeda tahun ini. Karena musim kemarau, hasil tani agak menurun. Maka kami kenalkan produk khas Tasikmalaya,” kata Cecep.

Produk khas Tasikmalaya itu antara lain Batik Sukapura. Dulu batik ini sangat populer sebagai batik para raja. Ada juga opak khas Tasikmalaya. Panitia menjajakannya melalui festival khusus.

“Bakan untuk festival produk lokal ini kami targetkan agar masuk rekor MURI,” tegas Cecep.

Pada kenyataannya agenda peringatan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya bukan sekadar seremonial. Ratusan UMKM dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, hasil pertanian dan peternakan, hingga kerajinan tangan, mendapatkan wadah khusus untuk unjuk gigi.

Mereka menyebar di berbagai zonasi. UMKM binaan Bank Indonesia dan Pemkab Tasikmalaya mengisi zona dalam perkantoran. Sementara para pelaku usaha mikro lainnya di zona luar perkantoran.

“Kami beri ruang seluas-luasnya buat UMKM yang merupakan tulang punggung ekonomi. Ruang pameran, pelatihan, hingga akses pasar. Harapan kami mereka bisa naik kelas, berkembang, dan menyerap lebih banyak tenaga kerja. UMKM kuat, Tasik pasti kuat,” Cecep menandaskan.