KAPOL.ID – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mendorong peningkatan kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), sekaligus memperkuat pemahaman terhadap Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
Hal tersebut disampaikan Dony saat memberikan sambutan sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) LKPM dan pemahaman KBLI di Gedung Negara Sumedang, Kamis (22/10/2026).
Dalam arahannya, Dony menegaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan pemerintahan adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk mewujudkannya, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.
Menurutnya, sektor swasta memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan, pembangunan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk pelaku usaha yang menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memberikan pelayanan maksimal melalui kemudahan perizinan, kepastian berusaha, serta penyederhanaan proses administrasi investasi.
Dony juga menekankan bahwa pelaku usaha harus mendapatkan pelayanan yang mudah, aman, dan transparan agar dapat menjalankan kegiatan usahanya dengan nyaman serta berkontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Sumedang.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumedang, Bangbang Kustiantoro, mengatakan bahwa Bimtek tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan pelaku usaha dalam menyampaikan LKPM melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Menurut Bangbang, tingkat kepatuhan pelaporan LKPM masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan pelaku usaha semakin memahami tata cara pelaporan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai perubahan KBLI 2020 menjadi KBLI 2025, termasuk penyesuaian kode klasifikasi usaha, guna mengurangi kesalahan dalam pelaporan dan pengisian data kegiatan usaha.
Kegiatan ini juga diharapkan mendorong tertib administrasi serta meningkatkan kepatuhan pelaku usaha terhadap ketentuan penanaman modal.
Bimtek tersebut diikuti 100 peserta dari sektor kesehatan, yang terdiri atas perwakilan empat rumah sakit, 93 klinik, serta pelaku usaha apotek di Kabupaten Sumedang.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap kualitas pelaporan investasi semakin meningkat, administrasi usaha semakin tertib, dan iklim investasi daerah semakin kondusif sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.












