Mata Rusinah tak mampu menyembunyikan rasa haru, ketika tiba-tiba, Kamis siang 16 April 2020 ada serombongan orang mendatangi rumahnya dengan maksud menengok anaknya, Wahyu yang tergolek lemah karena sakit Kaki Gajah menahun.
Rombongan itu ternyata dari Primajasa Mayasari Peduli yang dipimpin oleh H. Dudung. Menyambangi di sela kegiatan baksos rutin pemberian nasi boks dan masker di wilayah Leuwisari dan Sukaratu menyengaja mampir ke rumah Rusinah orang tua Wahyu.
“Iya kami di sela-sela kegiatan baksos Primajasa Mayasari Peduli menengok dan menyampaikan bantuan untuk biaya pengobatan Wahyu yang menderita penyakit kaki gajah menahun juga jelainan kelenjar serta juga mengarah ke tumor dan sudah lemah tak berdaya. Kabarnya malah harus diamputasi,” kata H Dudung
Ditambahkan H Dudung, Keluarga besar Primajasa Mayasari Peduli merasa terketuk ketika menerima kabar terkait kondisi yang dialami Wahyu. Makanya menambahkan agenda kegiatan di sela baksos untuk menyampaikan bantuan berupa uang, nasi boks dan masker bagi keluarga Wahyu dan di terima sang ibu Rusinah. Wahyu tergolek lemah
Rusinah Ibunda Wahyu, mengaku terharu dan menyampaikan ucapan banyak terima kasih atas bantuan dari Prumajasa Mayasari Peduli yang di terimanya.
“Ngahaturkeun nuhun ka Pa Haji ti Primajasa sareng Mayasari kana kasumpingan sareng bantosanana kanggo biaya berobat. Katampi pisan, mugia janten amal kasaean nu diwales ku Alloh nu berlipat ganda. Dihasilkeun sagala pamaksadan, dibarokahkeun ku Alloh Swt nu nu Mahakawasa,” kata Rusinah sambil meneteskan air mata.
Menurut Rusinah, anaknya Wahyu sudah lama menderita penyakit kaki gajah dan sudah terinsfeksi sehingga kakainya terus membesar dan harus diamputasi. Hanya saja menurut Rusinah anaknya menolak, sehingga hanya tergolek tak berdaya.
Sementara itu dalam kegiatan baksos Primajasa Mayasari Peduli hari ini juga dibagikan ribuan nasi boks dan masker serta jadwal Imsakiyah Ramadan 1441 H.
“Kita akan terus lakukan kegiatan baksos ini, karena dalam situasi wabah Covid-19 Primajasa Mayasari Peduli menilai bahwa masyarakat amat terdampak secara sosial dan ekonomi. Apalagi dengan kebijakan social dan physical distancing yang mengganggu aktivitas ekonomi mereka. Jadi sekecil apapun sentuhan dan bantuan akan dirasakan oleh masyarakat” ungkap H Dudung menambahkan
“Primajasa Mayasari Peduli akan terus membagikan puluhan ribu nasi boks, masker, sembako, penyemprotan disinfektan ke mesjid, pesantren dan madrasah. Meminimalisir penyebaran covid-19 di Tasikmalaya dan meringankan beban masyarakat. Semoga manfaat,” ujar H. Dudung mengakhiri perbincangan.












