KAPOL.ID –
Upaya Pemkot Sukabumi untuk memutus rantai penyebaran salah satunya menutup toko non bahan sembako pada hari Sabtu dan Minggu serta waktu 3,5 jam buka pada hari-hari biasanya.
Namun pantauan KAPOL.ID masih saja ada toko non sembako yang masih membuka tokonya pada, Minggu (17/5/2020).
Terlihat di ruas jalan R.E Martadinata dan Jalan Ahmad Yani antrian kendaraan memadati bahu jalan. Meski ada pangalihan arus lalu lintas, kepadatan kendaraan tidak dapat dihindari.
Budayawan Kyai Fajar Laksana angkat bicara. Ketidakpatuhan masyarakat saat PSBB karena masih menganut budaya persiapan lebaran sebagai ritualitas yang sudah puluhan tahun dirayakan.
“Tradisi itulah yang membuat masyarakat Sukabumi lebih takut tidak bisa lebaran dengan sempurna ketimbang dengan virus corona.”
“Karena warga Sukabumi juga terkenal masyarakatnya menganut sikap konsumtif ya akhirnya begini,” ujarnya.
Tradisi dan budaya di Indonesia berbeda dengan negara lain ketika bulan ramadan. Jelang lebaran juga masyarakat memiliki tradisi berkumpul bersilaturahmi dan mudik.
“Makanya momen ini dijadikan kesempatan bagi pengusaha-pengusaha untuk meraup keuntungan. Sehingga masih ada saja toko pakaian dan pernak-pernik lebaran yang buka tidak mengindahkan aturan PSBB,” ujarnya.
Ketika dikonfirmasi Wali Kota Sukabumi Ahmad Fahmi mengatakan, pihaknya akan memberikan teguran dan memberikan waktu untuk tutup.
”Siapapun yang membandel akan kami tindak lanjuti sesuai peraturan dan protokol PSBB. Kami juga mengimbau bagi warga yang tidak mempunyai kepentingan agar lebih baik diam di rumah,” katanya.***












