KAPOL.ID –
Pemerintah Kota Tasikmalaya meyakini cara paling ampuh lepas dari kondisi darurat corona kesadaran masyarakat adalah menerapkan protokol kesehatan.
“Warga yang bandel gak mau menerapkan atau lalai prokes, tentu perlu penegasan,” jelas Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan, kepada wartawan lewat sambungan telepon, Selasa (29/6/2021).
Pihaknya meminta seluruh posko kelurahan mengawasi tiap wilayah perkampungannya yang bandel secara ketat.
Mulai dari berkerumun, tak pakai masker hingga memaksakan menggelar sebuah kegiatan tanpa prokes.
“Kita masih di zona oranye, itu kan sudah warning karena tingkat kematian naik terus karena tiap hari ada yang meninggal.”
“Kalau turun ke zona merah maka pembatasannya lebih ketat lagi, efeknya banyak pembatasan aktivitas masyarakat,” kata Ivan.
Pada akun Diskominfo Kota Tasikmalaya sampai Selasa (29/6/2021), data kasus aktif Covid-19 di Kota Tasikmalaya sebanyak 944 orang.
Lalu dengan total meninggal keseluruhan 227 orang dengan bulan Juni ini paling tertinggi sampai hari ini telah mencapai 105 orang.
“Tingkat keterisian ruang isolasi rumah sakit sudah penuh, sedangkan kasus terus bertambah dari hari ke hari.”
“Kalau terus bertambah, dikhawatirkan banyak warga yang tidak tertangani,” ucap Ivan. ***












