BIROKRASI

Drainase Jalan Alun-alun Singaparna Dibongkar

×

Drainase Jalan Alun-alun Singaparna Dibongkar

Sebarkan artikel ini
Sejumlah petugas SPPJJ 1 DBMPR Provinsi Jawa Barat berupaya membongkar drainase jalan sekitar Alun-alun Singaparna. Selain endapan tanah dan sampah, mereka juga menemukan batu sebesar kepala Batita. (Foto: kapol.id/Amin R. Iskandar)

KAPOL.ID–Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat merespon kritik warga atas drainase jalan sekitar Alun-alun Singaparna yang selalu mampat. Beberapa hari lalu, sejumlah warga dan aktivis protes sambil menabur benih ikan pada genangan air di sana.

Melalui UPT Satuan Pelayanan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (SPPJJ) 1 (Wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya), DBMPR Provinsi Jawa Barat membongkar drainase hingga menotong jalan. Karena kondisinya memang sudah sangat parah.

Pengerjaan pembongkaran drainase sendiri dilakukan Senin (5/7/2021). Kepala SPPJJ 1 DBMPR Provinsi Jawa Barat, Endang Muhtar mengemukakan bahwa pihaknya menargetkan perbaikan drainase tersebut selama dua hari.

Endang sendiri mengaku sudah puluhan kali berupaya menangani drainase tersebut. Namun ternyata sedimentasi yang memadati gorong-gorong terlalu tebal dan padat. Sehingga tidak ada cara lain selain dibongkar.

Baca juga: Warga dan Aktivis Kesal, Alun-alun Singaparna Banjir Terus

“Sekarang kita bongkar, supaya arus airnya kembali lancar. Ternyata di dalam gorong-gorong ini sudah terlalu parah oleh endapan pasir, sampah-sampah, bahkan ada batu besar juga. Batu itulah yang menyumbat pasir dan sampah, sehingga lama-lama mampat,” ujar Endang.

Disamping menerjunkan sebanyak delapan orang personil dan dibantu oleh tiga orang personil DPU-TRPP Kabupaten Tasikmalaya, Endang juga membawa satu unit alat berat. Karena mengandalkan alat seadanya tidak cukup.

Di pihak lain, Kepala UPTD PU Kabupaten Tasikmalaya wilayah Singaparna, Bambang Ekamulyana mengaku sangat mendukung pelaksanaan normalisasi saluran air oleh DBMPR Provinsi Jawa Barat. Pihaknya juga akan melakukan hal yang sama, karena drainase tersebut tersambung dengan wilayahnya.

Baca juga: Ramai-ramai Menanam Ikan di Genangan Alun-alun Singaparna

“Kami juga sama akan melakukan normalisasi, melakukan pengerukan sedimentasi terhadap saluran-saluran yang ada dekat pasar. Cuma memang waktunya minimal harus sore, karena menunggu pasar sepi dulu,” ujar Bambang.

Pada akhirnya, Endang dan Bambang sama-sama berharap supaya masyarakat ikut merawat drainase. Karena normalisasi saluran air akan menjadi sia-sia jika masyarakat tetap membuang sampah sembarangan. Karena pada akhirnya akan mampat kembali.