KAPOL.ID –
Berlangsungnya PPKM Darurat sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021, belum menunjukan tren penurunan kasus aktif Covid-19.
Bahkan sepekan terakhir, kasus aktif malah menembus angka 1.500, dari sebelumnya dibawah 1.000 kasus.
Sementara mobilitas masyarakat sulit dibendung meski penyekatan jalan sudah berjalan hampir dua pekan.
“Kalau trennya tidak menurun, PPKM bisa lanjut. Tentu semua akan menjadi semakin sulit,” ujar Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan kepada wartawan, Kamis (15/7/2021).
Ia berharap warga bisa berdiam diri di rumah jika tidak ada yang penting untuk ke luar. Karena pengaruh penularan sendiri berasal dari mobilitas masyarakat.
“Dari hasil rapat satgas evaluasi PPKM Darurat, titik penyekatan jalan ditambah. Semula dari 18, menjadi 50 titik.”
“Umumnya perluasan radius, termasuk di batas kota. Karena mobilitas di kita banyak dari luar kota,” katanya.
Pihaknya juga sudah minta camat dan lurah untuk terus sosialisasi ke masyarakat soal penambahan titik penyekatan.
Termasuk mengedukasi agar sementara membatasi mobilitas untuk menekan penyebaran kasus.
Titik penyekatan sendiri hampir menyerupai saat PSBB awal pandemi covid-19 tahun 2020 lalu.
Beberapa akses menuju pusat kota dibatasi hanya untuk warga setempat dan kepentingan sektor esensial serta kritikal.***












