KAPOL.ID-
Kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sebabkan terganggunya pertumbuhan pada anak, atau lebih dikenal stunting.
Kepala Desa Cikuya, Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya, Iing Najmudin punya jurus tersendiri atasi permasalahan tersebut.
Yakni, satu anak, satu hari, satu telor itik. Upaya itu mampu menurunkan jumlah anak yang teridentifikasi stunting kurang dari setengahnya.
“Alhamdulillah perlahan tapi pasti, anak stunting yang tersebar di 13 dusun, terus mengalami penurunan secara signifikan.”
“Sekarang tersisa 77 anak lagi, tiga tahun ke belakang masih ada 230 anak,” jelas Iing saat ditemui Kapol.id di kantornya.
Keberhasilan menurunkan stunting di desanya tidak hanya satu hari satu telor Itik untuk satu anak. Tapi banyak pihak yang membantu.
Terutama kader posyandu, perangkat desa dari mulai RT, RW, Kepala Dusun, Ulama, tokoh pemuda dan masyarakat, tenaga kesehatan (puskesmas).
“Untuk mencari telor Itik yang berkualitas di Tasela tidaklah mudah. Dapat pasokan dari Cisayong.”
“Tanpa bantuan semuanya, penuntasan stunting di Desa Cikuya, tak akan berhasil,” pungkasnya.***












