KAPOL.ID – Kerentanan bencana di wilayah Kelurahan Dungus Cariang, Kecamatan Andir, kini menjadi atensi serius jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
Berbagai ancaman mulai dari puting beliung, kebakaran, hingga risiko pohon tumbang di identifikasi sebagai persoalan nyata yang menghantui warga setiap hari.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan pentingnya kesiapsiagaan di level wilayah dalam menghadapi potensi bencana yang terus berulang. Hal itu ditegaskannya saat menghadiri Siskamling Siaga Bencana ke-90 di Kelurahan Dungus Cariang, Senin 20 April 2026.
“Bandung ini kota yang rawan bencana. Kita tidak bisa menghentikan bencana, tapi kita bisa mempercepat pemulihan dan memperkuat kesiapsiagaan,” tegas Farhan.
Sementara itu, Lurah Dungus Cariang, Dikdik Buldansyah mengungkapkan, dalam kurun waktu terakhir, terjangan angin puting beliung telah merusak sejumlah rumah warga di RW 07, RW 09, dan RW 11. Selain faktor alam, ancaman kebakaran akibat korsleting listrik pun menjadi kekhawatiran lantaran banyak instalasi listrik warga yang sudah tidak layak.
Kondisi tersebut diperparah dengan drainase yang buruk di RW 09, yang kerap memicu luapan air saat hujan deras. Termasuk deretan pohon tua di sepanjang Jalan Rajawali Timur yang berisiko tumbang menimpa permukiman.
“Beberapa pohon usianya sudah tua. Saat hujan deras dan angin kencang, rantingnya sering jatuh bahkan sampai menimpa rumah warga,” kata Dikdik.
Persoalan lingkungan lainnya yang turut menjadi sorotan adalah pengelolaan sampah. Meski sudah ada hanggar maggot, keterbatasan lahan membuat potensi penumpukan sampah anorganik masih terjadi di tingkat RW.
Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Farhan memastikan langkah konkret akan segera diambil. Mulai dari survei perbaikan drainase, penanganan pohon rawan tumbang, hingga audit kesiapsiagaan bencana.
Bahkan, Farhan memberikan diskresi khusus bagi pihak kelurahan dan warga untuk segera mengambil tindakan cepat terhadap pohon yang dinilai sudah membahayakan keselamatan.
“Kalau sudah terlihat berbahaya jangan menunggu lama. Bisa langsung ditangani bersama warga sambil lapor ke dinas terkait,” pungkasnya. (Jae)












