oleh

Balada Anak Kos Saat Pandemi, Duit Cekak, Bayar Tetap

KAPOL.ID –
Masa pandemi virus corana semakin terasa di berbagai sektor, tak terkecuali bagi anak kos.

Tak ada toleransi dari pemilik rumah kos, pulang kampung pun dilarang oleh pemerintah. Belum lagi dikepung pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Hal tersebut dirasakan Ganjar, seorang mahasiswa Universitas Pakuan Bogor (Unpak) asal Riau. Dirinya sudah tidak punya bekal hidup saat ini.

“Transfer dari orang tua telat, mudah-mudahan kami orang rantau bisa bertahan di saat seperti ini.”

“Kami tiap makan patungan sama rekan se-kos yang senasib tidak bisa pulang, karena diberlakukannya PSBB,” katanya kepada KAPOL.ID, Jumat (22/5/2020).

Berbeda dengan Ninit (24) seorang karyawan di perusahaan cukup ternama. Semenjak berlaku PSBB dan bekerja di rumah (WFH) kehidupannya berubah.

Pasalnya upah dipangkas hampir 50% dari perusahaan. Untuk biaya makan dan keperluan saja cekak. Belum lagi uang kos harus tetap normal.

“Sewa kamar kos tiap bulannya Rp 1,5 juta, gaji saya setelah corona hanya kurang dari Rp 2 juta. Biaya hidup harus dari mana,” ujar Ninit.

“Setelah Juni ini kita sudah efektif lagi masuk kerja bagaimana untuk memenuhi kebutuhan hidup sana.”

“Harusnya pemilik kos tuh sedikit ada keringanan gitu dan lebih mengerti. Kan semuanya juga kena dampak,” ujarnya.***

Komentar