Terhubung dengan KAPOL

KANAL

Bank Emok Tanggung Jawab Siapa?

|

TASIKMALAYA, (KAPOL).- Aktifis perempuan Tasikmalaya, Ipa Zumrotul Falihah menyoroti fenomena bank emok yang ramai dibicarakan akhir-akhir ini.

Selain kemudahan dengan syarat KTP untuk meminjam sejumlah uang, ibu-ibu menjadi sasaran empuk dan hampir terjadi di mana-mana dan tanpa izin suami.

“Bank emok biasanya menyasar kelompok ibu-ibu karena kemudahannya. Tapi persoalannya ketika meminjamkan Rp 10 juta, dicicil dalam sepuluh bulan ditotal sampai Rp 20 juta, aduh,” ujarnya kepada KAPOL, Rabu (13/11/2019).

Jika tidak membayar cicilan pun, siap-siap penagih dengan suara lantang bakal datang ke rumah. Modus rentenir modern ini tidak sulit dijumpai baik di perkotaan maupun pinggiran.

“Jika bank emok dibiarkan, ini akan menjadi bom waktu. Perlu penyadaran masyarakat dan membuat jera mereka yang terus menggoda ibu-ibu,” katanya.

Salah satunya jebakan kepada bank emok dengan melibatkan orang di lingkungan terdekat.

Mulai dari sepakat meminjam bersama-sama, dan tidak mengembalikan secara kompak.

“Supaya pemberi pinjaman jera dan tak datang lagi ke daerah tersebut. Ada penyadaran kepada masyarakat serta solusi dari pihak pihak terkait baik aparat setempat dari mulai RT, RW dan kelurahan agar wabah ini tidak menimbulkan perpecahan dan masalah yang lebih rumit dikemudian hari,” kata perempuan yang aktif di Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI).

Termasuk pula, kata dia, para suami mengingatkan istrinya agar tidak terjebak pada bank emok meski sulit secara ekonomi. Juga gaya hidup besar pasak daripada tiang.

“Ibu-ibu juga diberikan pemahaman bergaya hidup apa adanya sesuai kemampuan tanpa terpancing gaya hidup orang orang yang ditampilkan di media sosial,” ujarnya. (KP-11)***

Diskusikan di Facebook

Silakan mengirim pesan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *