KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) Krontjong Lapis Legit Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung siap membawa warna baru di panggung Solo Keroncong Festival (SKF) 2026.
Menjelang penampilannya, kelompok musik ini mematangkan persiapan melalui gladi akhir yang digelar Kamis (16/7/2026) malam dengan menyesuaikan tata letak panggung seperti di lokasi acara.
Solo Keroncong Festival 2026 akan berlangsung di Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta pada 18-19 Juli 2026. Krontjong Lapis Legit UPI dijadwalkan tampil pada hari pertama, Sabtu (18/7/2026), dengan mengusung konsep “Nostalgic and Fresh Keroncong”, perpaduan nuansa keroncong klasik dengan sentuhan musikal yang lebih segar dan modern.
Pimpinan Delegasi Krontjong Lapis Legit UPI, Bayudjati Bintang Arrazaq, mengatakan seluruh personel telah menjalani latihan intensif agar saat tampil nanti mampu memberikan penampilan terbaik.
“Kami sudah berlatih sesuai layout panggung yang akan digunakan di SKF. Harapannya saat tampil nanti seluruh personel bisa memberikan penampilan terbaik,” ujar Bayu.
Mahasiswa UPI angkatan 2019 itu kini juga aktif sebagai guru musik dan keroncong di SD Arunika Waldorf, vokalis grup keroncong DeKlapeertaart, serta musisi keroncong di Bandung.
Pada penampilannya di Solo nanti, Krontjong Lapis Legit akan membawakan lima repertoar pilihan yang disiapkan untuk dinikmati berbagai kalangan. Lagu-lagu tersebut yakni Maripi karya Mang Koko, Keroncong Nona Manis versi Sutarsih, Langgam Bandung Utara karya G.A.P (Midaleudami), Berdikari Lagi karya Alfathusain bersama DeKlapeertaart, hingga Medley Lagu Jepang yang berisi lagu-lagu populer seperti Stay With Me, Dragon Ball, Doraemon, Crayon Shinchan, dan Heavy Rotation versi JKT48.
Menurut Bayu, setiap repertoar dipilih sesuai karakter pertunjukan yang ingin dihadirkan.
“‘Maripi’ kami tampilkan sebagai identitas bahwa kami berasal dari tanah Sunda.
‘Keroncong Nona Manis’ dipilih karena memiliki lirik dan melodi yang unik.
Sementara ‘Langgam Bandung Utara’ dan ‘Berdikari Lagi’ merupakan karya original dengan sentuhan pop yang lebih kekinian. Adapun medley lagu Jepang kami hadirkan sebagai ruang nostalgia, khususnya bagi generasi yang tumbuh di era 2000-an,” tuturnya.
Tak hanya mengandalkan instrumen khas keroncong seperti cak, cuk, cello, dan gitar, kelompok ini juga mengeksplorasi perpaduan alat musik modern dan tradisional Sunda. Bass, drum, keyboard, flute, violin, tenor saxophone, trumpet, gambang, tarompet Sunda, kendang, berbagai alat perkusi, sequencer, hingga tiga vokalis akan menjadi kekuatan utama dalam aransemen yang mereka tampilkan.
“Kami memadukan instrumen keroncong konvensional dengan instrumen combo dan karawitan Sunda. Aransemennya juga diperkaya dengan berbagai warna musik seperti karawitan Sunda, rock, bossa nova, gypsy jazz, ragtime, pop, keroncong gaya Tugu hingga keroncong gaya Solo,” kata Bayu.
Sementara itu, senior Krontjong Lapis Legit, Recky Darmawan, menilai konsep yang diusung grup tersebut menjadi representasi perkembangan keroncong kontemporer yang tetap berpijak pada akar tradisi.
Alumnus UPI angkatan 2011 yang pernah tampil di Solo Keroncong Festival 2014 itu menyebut keberhasilan Lapis Legit terletak pada kemampuannya memadukan identitas budaya Jawa Barat dengan pakem musik keroncong.
“Keberhasilan grup ini terlihat dari kemampuannya memadukan akar musik keroncong dengan identitas budaya Jawa Barat serta instrumen modern. Perpaduan kendang, suling, saksofon, dan pakem keroncong menghasilkan karakter musikal yang kuat,” ujarnya.
Menurut Recky, kekuatan Lapis Legit terlihat dari eksplorasi instrumen lintas budaya, variasi repertoar yang luas, hingga hadirnya identitas regional Jawa Barat yang memberi warna baru dalam ekosistem musik keroncong nasional.
“Kesimpulannya, penampilan Lapis Legit di Solo Keroncong Festival 2026 merupakan representasi keberhasilan inovasi musik keroncong yang tetap berpijak pada akar tradisinya,” pungkasnya.
Solo Keroncong Festival 2026 sendiri mengusung tema “Keroncong Pusaka Nusantara” dengan tagline “Memayu Hayuning Keroncong”. Festival ini menjadi ajang pelestarian musik keroncong melalui penampilan para musisi nasional, orkes keroncong dari berbagai daerah, serta rangkaian kegiatan yang telah digelar sejak program Road to Solo Keroncong Festival.
Selain Krontjong Lapis Legit UPI Bandung, festival juga akan dimeriahkan Bangkit Sanjaya, Tuti Maryati, Iksan Skuter, Hendri Lamiri, Iga Mawarni, Rozita Rohaizad, The Royal Surakarta Symphony Orchestra, serta sejumlah orkes keroncong dari berbagai kecamatan di Kota Surakarta. Masyarakat juga dapat menyaksikan rangkaian acara melalui kanal YouTube DISBUDPAR Surakarta dan PARIWISATA SOLO, akun Instagram @solokeroncongfestival.id, serta radiokeroncong.id. (FTH)






