Bukit Teh Cisantana, Daerah Wisata Baru Desa Banyuasih

  • Bagikan
Sejumlah pengunjung menikmati suasana daerah wisata Bukit Teh Cisantana. (Foto: kapol.id/Abdul Jalal)

KAPOL.ID–Pemerintahan Desa Banyuasih, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, kini memiliki objek wisata yang banyak digandrungi wisatawan. Bahkan sudah bisa menghasilkan pendapatan bulanan melalui BUMDes.

Objek wisata tersebut adalah Bukit Teh Cisantana yang terus ditata agar para pengunjung kian betah menikmati hamparan kebun teh.

“Alhamdulillah sekarang kami memiliki lokasi wisata unggulan yang banyak dikunjungi wisatawan,” kata Pengelolaan Bukit Cisantana, Yadi atau karib disapa Doyok.

Awalnya, Bukit Cisantana sama sekali tidak menarik pengunjung. Hanya pemetik teh saja dan para petani yang singgah di bukit tersebut. Di tangan para pemuda yang aktif di Karang Taruna Binangkit, Desa Banyuasih, Bukit Cisantana menjadi objek wisata unggulan.

Kebun milik desa dengan luas 12 hektar itu awalnya kebun teh biasa. Namun ketika diolah dan dilakukan penataan oleh Karang Taruna, lokasi tersebut berubah drastis dan menjadi lokasi wisata unggulan di Taraju.

Pada 2019 akses jalan menuju Kebun Cisantana dibangun oleh pemerintah. Kawasan Cisantana kerap dijadikan area balap liar dan kegiatan negatif oleh kaum pemuda. Bahkan kawasan tersebut dianggap angker.

Lalu muncul ide dari pengurus Karang Taruna desa untuk mengolah lahan tersebut dan menjadikannya sebagai kawasan wisata. Kini mulai menuai hasil dengan banyak dikunjungi wisatawan. Tidak hanya dari wilayah Taraju, tapi wisatawan dari luar daerah.

“Jika akhir pekan pengunjung yang datang bisa mencapai 500 orang. Mereka datang dari berbagai daerah bahkan ada yang datang dari luar Tasik,” kata Doyok lagi.

Pihak pengelola sampai sejauh ini belum menentukan tarif tiket masuk ke lokasi wisata Bukit Cisantana. Pengunjung hanya dimintai sumbangan alakadarnya.

Walaupun demikian, wisata Bukit Cisantana sudah mampu memberi pendapatan untuk desa lebih dari Rp 1 juta per bulan. Sumber pendapatan antara lain dari sumbangan masuk pengunjung, parkir, kedai kopi, serta warung kuliner.

Diakui Doyok, sesuai dengan kesepakatan bersama pihak Desa, BPD, LPM, BUMDEs dan Karang Taruna Desa selaku pengelola wisata Bukit Cisanta; pendapatan dialokasikan untuk BUMDes sebesar 20 persen, 10 persen untuk kas karang taruna, 50 persen upah pengelola dan 20 persen biaya pemeliharaan sarana wisata.

Kepala Desa Banyuasih, Seherman mengatakan, kebun teh Bukit Cisantana merupakan tanah desa dengan luas 12 hektar; berlokasi di Kedusunan Cijalu Hilir, dikelilingi perkebuna teh Sambawa.

Pihaknya merespon keinginan Karang Taruna Desa untuk menggali potensi dengan membenahi tanah desa menjadi wisata. Sebagai wujud kepedulian dalam menata wisata bukit Cisanta lebih baik, pemerintah desa menggelontorkan sebagian dana desa.

Lebih dari itu, lima kedusunan yang ada Desa Banyuasih turut membantu dengan swadaya mendirikan gazebo, masing-masing satu unit gazebo.

“Semoga ke depan Bukit Cisantana semakin ramai dikunjungi wisatawan dan menjadi objek wisata unggulan di Kabupaten Tasikmalaya,” katanya.

  • Bagikan