oleh

Bupati Gandeng BUMN Kembangkan Kopi Sumedang

KAPOL.ID – Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir memerintahkan seluruh perangkat daerah Kabupaten Sumedang menggunakan kopi giling asli Sumedang.

Hal itu dilakukan dalam setiap pengadaan/kegiatan termasuk hotel, restoran, BUMN/BUMD di Sumedang.

Disampaikan bupati saat membuka acara Ngopi Day di Lantai 2 (Area Foodcourt) Pasar Sandang Semi Modern Sumedang, Sabtu malam (14/11/2020).

“Jadi kita mulai dari yang mudah dan dekat dulu. Seluruh kantor yang ada di Sumedang, baik BUMN, BUMD, hotel dan restoran wajib menyediakan kopi giling asli Sumedang,” ucapnya.

Dengan langkah tersebut, ia berkeyakinan Kopi Sumedang akan selalu mendapatkan tempat dalam pemasarannya.

Sehingga, mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi. Khususnya diantara para petani dan pengusaha Kopi Sumedang.

“Kami juga bersama Kadin dan PHRI mengawal ini sehingga kopi-kopi yang ada di Sumedang setidaknya memenuhi pasar Sumedang untuk selanjutnya ke luar Sumedang bahkan sampai pasar ekspor,” ucapnya.

Dikatakan bupati, usaha tersebut dicontohkan oleh salah satu BUMD Sumedang yakni PT Kampung Makmur.

Beberapa bulan ke belakang telah membeli sekitar 22 ton kopi dari petani lokal untuk kemudian diekspor ke luar negeri.

“PT Kampung Makmur dengan cara cash membeli kopi dari para pengusaha kopi se-Sumedang. Seperti dari daerah Manglayang, Rancakalong dan lainnya secara merata. Itu, dalam rangka membantu para petani kopi yang kesulitan dalam pemasarannya,” ucapnya.

Dikatakan bupati, baru saja menghadiri pertemuan dengan dua BUMN dan para pengusaha Kopi Sumedang di Kampung Ladang.

“Itu, dalam rangka menjembatani antara permintaan dan penawaran akan Kopi Sumedang. Kedua jajaran BUMN itu adalah Dirut dan seluruh pimpinan SMF serta Direksi Divisi PADI Telkomsel,” tuturnya.

Mereka sepakat untuk membeli Kopi langsung dari para pengusaha Kopi Sumedang diantaranya Kopi Geulis, Kopi Buhun dan Kopi Karuhun.

Dikatakan bupati, Kopi Sumedang memang luar biasa dan sudah diakui keunggulannya karena sudah mendapatkan tempat yang diperhitungkan di mata dunia.

“Salah satunya Kopi Geulis sudah beberapa kali dipilih oleh Kementerian untuk mewakili Indonesia di beberapa pameran Kopi internasional. Bahkan Kopi Geulis ini selalu mendapat penilaian tertinggi diantara peserta karena cita rasanya yang tinggi,” ucapnya.

Ia sangat mengapresiasi digelarnya acara Ngopi Day yang diinisiasi oleh para pelaku usaha Kopi Sumedang.

Karena, dalam rangka mempopulerkan dan membudayakan Kopi Giling Sumedang.

“Ini awal yang bagus sebagai kelanjutan waktu di Jatinangor pada 2018 dan di Wisma Gending pada 2019 lalu,” ujarnya.

Semoga dengan kegiatan ini para pengusaha kopi bisa terus maju, bisa terus berkembang.

Ia berharap agar kegiatan tersebut bisa terus berlanjut dan dikemas semenarik mungkin, agar meriah dan lebih banyak yang datang.

“Mari kita jaga bersama-sama agar terus bisa berlanjut. Karena yang sulit adalah menjaga kontinuitas,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua panitia penyelenggara Ngopi Day Titus Diah melaporkan, maksud digelarnya kegiatan tersebut adalah untuk memberikan ruang kepada para pelaku usaha Kopi asli Sumedang untuk mengenalkan dan memasarkan produknya.

“Di Lantai Foodcourt ini masih relative sepi pembeli dan banyak kios yang kosong. Jadi kita manfaatkan agar menarik pembeli sekaligus member tempat bagi para pelaku usaha Kopi Sumedang,” ucapnya.

Untuk pembukaan Ngopi Day ia hanya menghadirkan 4-5 pengusaha Kopi giling asli Sumedang dan ke depannya akan lebih banyak lagi.

“Kita gelar acara ini rutin setiap malam Minggu. Pengusaha kopi yang hadir mala mini diantaranya Kopi Buhun, Kopi Padaasih, Kopi Citengah dan Kopi Nangorak. Ke depannya pesertanya akan lebih banyak lagi dan diharapkan lebih meriah lagi,” tuturnya.

Pembukaan Ngopi Day turut dihadiri unsur anggota DPRD, SKPD, Forkopimcam Sumedang Utara, Asosiasi UMKM Sumedang, pengelola Pasar Semi Modern Sumedang, para pengusaha Kopi Sumedang dan pecinta Kopi giling.***

Komentar