oleh

Covid-19 Merajalela di Kota Tasik, Wali Kota Sebut Imbas Ini

KAPOL.ID –
Peningkatan kasus terkonfirmasi positif dalam sepekan terakhir, Wali Kota Tasikmalaya H. Budi Budiman jelaskan situasi yang harus disikapi masyarakat.

Pertama, kecepatan tes yang lebih baik dari sebelumnya. Kedua, pelaksanaan tes swab massal dimana hasil baru keluar.

Lalu adanya kasus baru dari pelaku perjalanan dan pelacakan orang yang kontak dengan pasien tengah berjalan.

“Kita dapat bantuan satu mesin tes dari BNPB, lalu mesin PCR dari Pemprov dan punya tes molekuler. Makanya penambahan kasus terlihat cepat.”

“Karena tes bisa dilakukan di daerah, dan hasil lab-nya lebih cepat,” ujarnya ketika ditemui di DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (22/9/2020).

Ia mengatakan, kemungkinan kasus bertambah selalu ada. Sebab satu pasien positif pun, pelacakan bisa sampai ratusan orang.

Walaupun harapan semua orang tidak terus bertambah signifikan. Gugus Tugas bekerja ekstra keras di lapangan karena pasien kerap bertambah.

“Survailans juga bekerja keras melacak orang yang kontak dengan pasien positif. Ada satu pasien itu sampai 230 orang yang dipantau,” katanya.

Data yang dirilis Gugus Tugas Covid-19 Kota Tasikmalaya, per Selasa 22 September 2020 terdapat penambahan kasus baru konfirmasi sebanyak 6 orang, 1 orang sembuh dan terdapat 1 orang yang meninggal.

Ia mengatakan, kunci pencegahan penularan hanya menjalankan protokol kesehatan. Tidak berkerumun, menggunakan masker dan rajin mencuci tangan.

“Aktifitas masyarakat tidak ada pembatasan, mohon maaf kalau kegiatan dalam skala besar kami belum bisa mengizinkan.”

“Patroli dan operasi yustisi terus berjalan,” ucap Budi yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Tasikmalaya.

Terkait Bansos Covid-19, ia mengatakan ada 11.452 kepala rumah tangga bersumber dari Pemprov Jabar terkoreksi sistem. Meskipun begitu, Pemkot Tasik rencananya mencairkan pada Senin mendatang.

“Sudah saya tandatangan, Senin ini dibagikan. Besarannya Rp 300 ribu kali dua, tadinya itu kewenangan provinsi.”

“Karena terkoreksi sistem, sekarang APBD Kota yang menanggung,” katanya. ***

Komentar

Jangan Lewatkan