Diduga Pergi Bersama Kelompok Punk, Bocah Kelas 6 SD Dilaporkan Hilang

50

CISAYONG, (KAPOL).- Diduga terbawa arus pergaulan, seorang bocah kelas 6 sekolah dasar di Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya dilaporkan tidak pulang selama lima hari.

Bocah tersebut bernama Abin Sa’dun berusia 12 tahun. Dia meninggalkan rumahnya di Kampung Citiga, Desa Condong, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya sejak Sabtu (5/10/2019) pagi.

Keluarga melaporkan hilangnya anak ke KPAID Kabupaten Tasikmalaya di Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (9/10/2019).

Dari penuturan kakak korban, Arif Nugroho (24), saat meninggalkan rumah adik bungsunya itu menuliskan sebuah surat. Dalam surat tersebut, korban menuliskan pesan

“U Abin ameng ka Pangkalan, ulah dipilari (Wa Abin Main ke Pangkalan, Jangan Dicari),” kata Arif.

Menurutnya, korban yang merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara itu tinggal bersama uwanya, sementara kedua orang tuanya tinggal di Jakarta.

“Jadi Abin itu tinggal di sini sama uwa berdua, saya sama mamah bapak di Jakarta karena berjualan di sana. Dapat kabar Abin enggak pulang-pulang,” tutur kakak korban saat mendatangi Kantor KPAID Kabupaten Tasikmalaya.

Dikatakan dia, semenjak pergi, pihak keluarga sudah melakukan pencarian namun belum membuahkan hasil. Selian itu sudah menanyakan ke teman-teman sebaya, teman sekolah, namun tidak ada yang mengetahui. Adapun nomor kontak adiknya itu kadang aktif dan kadang tidak aktif.

“Saat di Watsapp dua hari lalu kabarnya berada di wilayah Banjar di temannya, setelah itu tidak ada kabar. Tidak bisa dihubungi,” kata dia.

Keluarga menduga Abin pergi di ajak oleh beberapa orang yang tergabung dalam komunitas anak jalanan.

“Jadi sejak Februari sudah keliatan, adik saya gaulnya malah sama usianya lebih tua. Rambutnya juga diwarnai,” katanya.

Terakhir saat meninggalkan rumah Abin menggunakan jeans sobek-sobek dan jaket warna hijau.

Sementara itu Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto mengatakan pihaknya akan membantu pencarian korban. Langkah kami setelah mendapatkan laporan hari ini dari keluarga, besok akan kami dampingi untuk melapor ke Polres Tasikmalaya Kota.

Menurut Ato, kasus ini bukan persoalan baru bagi pihaknya. Diduga kepergian ananda ini masih ada keterkaitan dengan dugaan komunitas anak punk. Dari 2017 sudah 37 kasus kehilangan anak kasusnya serupa. Tapi untuk anak sekolah dasar memang baru ini.

Banyaknya kasus seperti ini, kata Ato hampir 90 persen karena kurang optimalnya pola asuh keluarga.

“Sebagai antisipasi memaksimalkan peran keluarga, pahami potensi anak. Ikuti zaman yang mengiringi tumbuh kembang mental pergaulan anak,” ungkapnya. (KAPOL)***

Diskusikan di Facebook