Digitalisasi Keuangan, Mutlak bagi Pelaku UMKM

  • Bagikan
Di tengah pandemi, digitalisasi keuangan UMKM mutlak dilakukan. Karena hampir semua jenis aktivitas masyarakat kini beralih ke digital, termasuk proses jual-beli. (Foto: kapol.id/Amin R. Iskandar)

KAPOL.ID–Sebuah Pelatihan Digitalilasi Pengelolaan Keuangan UMKM berlangsung di Hotel Harmoni, Kamis (21/1/2021). Lokasinya di Jl. R. Ikik Wiradikarta No. 51, Tawangsari, Kota Tasikmalaya.

Sejatinya, kegiatan yang bertema “Tahun Baru, Omzet Melaju” itu berlangsung secara daring. Hanya nara sumber yang memaparkan materi dari Hotel Harmoni. Pelaku UMKM menyaksikan secara langsung di Youtube.

“Menurut informasi dari panitia, yang mengikuti pelatihan ini mencapai 500 orang,” terang Kadis UMKM Kota Tasikmalaya, HM Firmansyah, yang hadir sebagai salah satu nara sumber.

Adapun urgensi dari pelatihan itu, menurut HM Firmansyah, karena penduduk dunia kini sudah semakin melek digital. Di mana sebagian besar aktivitasnya dilakukan juga secara digital, tidak terkecuali proses jual-beli.

Di samping itu, pandemi Covid-19 juga memukul para pelaku UMKM, termasuk di Kota Tasikmalaya. Daya beli dan konsumsi masyarakat menurun; termasuk aktivitas produksi, perdagangan, dan jasa. UMKM banyak yang merumahkan pekerja.

“Ada tiga hal yang menjadi fokus kita dalam penanganan masalah yang sedang kita hadapi. Yaitu keberlangsungan usaha, tenaga kerja, serta strategi pemasaran daring atau online,” katanya.

HM Firmansyah mengemukakan satu contoh keberhasilan di daerahnya. Yaitu Pasar Cikurubuk Online. Program ini terwujud atas kolaborasi Pemkot Tasikmalaya, Bank Indonesia Tasikmalaya, dan sejumlah aplikasi e-commerce.

Nara sumber lain, Ketua Prodi Manajemen FPEB UPI Bandung, Heny Hendrayati memaparkan tentang dunia digital sebagai syarat mutlak bagi pelaku UMKM agar bertahan. Ia menganalogikan dunia digital sebagai adaptasi kebiasaan baru (new normal) bagi UMKM.

“Banyak keuntungan dalam digital marketing. Dunia digital itu murah, efektif, interaktif, lebih terukur, target jelas, tidak ada batas geografis, dan kaya akan data. UMKM dapat terbantu di tengah pandemi,” terang Heny.

Adapun Group Head of Micro Business and Ecosystem Youtap Indonesia, Edwin C Perdanaputra hadir untuk menawarkan solusi. Yaitu dengan aplikasi yang disebut Youtap.

Kata Edwin, Youtap merupakan aplikasi pengelolaan keuangan digital, di mana pelaku UMKM dapat mengoptimalkan smart phone untuk kasir online, pembayaran digital, hingga analisis usaha.

“Dengan Youtap ini dapat menghemat waktu, sehingga para pelaku UMKM dapat tetap fokus pada bisnis yang dilakukannya,” terang Edwin.

Sejauh pendataan Edwin, di Kota Tasikmalaya sudah ada sebanyak 3.000 UMKM yang sudah menggunakan aplikasi Youtape. 10% dari pengguna Youtap se-Jabar yang mencapai 30.000 orang.

“Kalau sejak diluncurkan Februari 2020, Youtap telah membantu lebih dari 150.000 pelaku usaha di Indonesia. Kita tetap berkomitmen untuk terus memperluas cakupan layanan ke seluruh pelosok Indonesia,” pungkas Edwin.

  • Bagikan