KAPOL.ID – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 10 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang.
Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan tersebut berlangsung di Ruang Depan Gedung Negara Sumedang, Jumat (18/9/2026).
Dari 10 pejabat yang dilantik, empat di antaranya merupakan pejabat yang mendapatkan promosi, sementara enam lainnya mengalami mutasi jabatan.
Empat pejabat yang mendapatkan promosi yakni Budi Yana Santosa sebagai Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan pada Setda Sumedang; H. Ferry Fardians sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang; Wuddan Lukmanul Hakim sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sumedang; serta Arief Samsudin sebagai Kepala Diskominfosanditik Kabupaten Sumedang.
Sementara enam pejabat yang dimutasi yakni Hari Tri Santosa sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumedang; Bangbang Kustiantoro sebagai Kepala Dinas Perizinan, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sumedang; Budi Rahman sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sumedang.
Selanjutnya Rohana sebagai Asisten Administrasi Setda Sumedang; Kemal Idris sebagai Kepala Bapenda Sumedang; serta Taufik Hidayat Slamet sebagai Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumedang.
Dalam sambutannya, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia mengingatkan bahwa setiap amanah dan perubahan jabatan merupakan bagian dari perjalanan organisasi pemerintahan.
Dony mengatakan, promosi maupun mutasi dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan prinsip meritokrasi.
“Ini sebuah perjalanan organisasi, ada tour of duty, ada promosi, ada mutasi. Tentunya semuanya berdasarkan meritokrasi dan kebutuhan organisasi,” ujar Dony.
Menurutnya, meskipun terjadi perpindahan jabatan maupun tempat tugas, amanah utama para pejabat tetap sama, yakni mengabdi kepada bangsa dan negara serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Sumedang.
“Amanahnya tetap sama, mengabdi kepada bangsa dan negara, mengabdi kepada daerah Sumedang, mengabdi kepada masyarakat Sumedang. Pindah amanah, pindah tempatnya, amanahnya tetap sama,” katanya.
Khusus kepada pejabat yang memperoleh promosi, Dony menegaskan bahwa jabatan tersebut merupakan bentuk kepercayaan dari pimpinan yang harus dibuktikan melalui kinerja.
Ia meminta para pejabat segera bekerja secara serius dan sungguh-sungguh, termasuk menjalankan target yang telah ditetapkan dalam 100 hari kerja.
“Yang mendapatkan promosi tentunya ini sebuah kepercayaan. Kepercayaan dari pimpinan yang harus dijawab, dibuktikan dengan kinerja terbaiknya. Sehingga ada 100 hari kerja, laksanakan dengan penuh kesungguhan dan keseriusan apa yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Sementara bagi pejabat yang mengalami mutasi, Dony menilai hal tersebut merupakan bagian dari kebutuhan organisasi yang harus dijawab dengan profesionalisme.
Ia menekankan bahwa seorang pemimpin harus mampu bekerja dan memberikan kinerja terbaik di manapun ditempatkan.
“Di manapun tempatnya kita harus bekerja secara profesional. Pemimpin sejati dia tidak memilih medan, tetapi harus menaklukkan medan di manapun dia berada,” ungkapnya.
Dony optimistis, dengan bekal pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki para pejabat, mereka mampu menjalankan tugas secara profesional di tempat yang baru.
Menurutnya, profesionalisme ditunjukkan melalui kesungguhan, keseriusan dalam bekerja, serta komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi organisasi dan masyarakat.
“Profesional itu ada kesungguhan dalam bekerja, profesional itu adalah keseriusan, kesungguhan dan ingin memberikan yang terbaik,” pungkasnya.






