Gerakan Pungut Sampah Menyisir Taman Wisata Alam Pangandaran

KAPOL.ID – Gerakan Ayo Pungut Sampah kembali digelar di pantai timur Pangandaran, Kamis (6/12). Kali ini areal pembersihan sampah dilakukan sekitar pintu masuk timur cagar alam dan pasir putih pantai timur di kawasan Taman Wisata Alam Pangandaran.

Aksi kepedulian ini dimotori oleh SMK Bakti Karya Parigi dan Komunitas Belajar Sabalad dan berkoordinasi dengan DLHK dan BKSDA.

Sebanyak lebih dari 1 ton sampah terkumpul dengan aksi pungut sampah langsung oleh 48 orang yang dibagi ke dalam 6 grup kecil. Pendampingan juga dilakukan oleh mahasiswa IPB yang sedang menempuh Praktek Kerja Lapangan.

Selama 3 jam menyisir sampah plastik dan sampah anorganik, siswa melakukan diskusi tentang ekosistem di sekitar Goa Rengganis. Aliran air yang bersumber dari hutan di semenanjung Pangandaran menuju laut melalui Goa Rengganis menjadi ekosistem kecil yang dijadikan contoh dalam melihat dampak sampah terhadap ekosistem.

Yafet Logo, salah satu siswa SMK Bakti Karya Parigi yang ikut dalam aksi ini menuturkan bahwa untuk ikut membersihkan sampah terutama plastik, adalah langkah mudah mengurangi dampak lingkungan. Menurut Yafet, kalau tidak dibersihkan, akan terbawa oleh hewan yang ada di kawasan cagar alam.

“Nanti sampah itu akan terbawa ke dalam hutan, susah ambil sampah lagi. Karena itu perlu kita bersihkan selagi kelihatan” kata Yafet.

Aksi ini mendapat apresiasi dari Kepala BKSDA Pangandaran Uking Iskandar. Menurutnya, aksi baik ini menambah semangat terutama pihak pengelola wisata dalam menyambut wisatawan tetapi juga dapat menjaga kawasan cagar alam agar tidak dipenuhi sampah.

Kepala BKSDA Pangandaran Uking Iskandar

“Kita akan lebih sering koordinasi dengan pihak sekolah, agar kegiatan seperti ini dapat terkoordinir dan saling melengkapi” kata Uking.

Ke depan, pihak SMK Bakti Karya Parigi akan lebih sering mengajak banyak pihak untuk terlibat dalam aksi ini termasuk dengan BKSDA Pangandaran dan DLHK. Pantai Pangandaran dan Cagar Alam sebagai daya tarik yang menjadi ikon wisata Pangandaran diharapkan menjadi lokasi kampanye yang efektif untuk mengajak banyak pihak untuk peduli pada kelestarian alam.