KANAL

HUT Bhayangkara ke-80, SBSI 92 Jabar Apresiasi Kinerja Polri Jaga Kondusivitas Buruh

×

HUT Bhayangkara ke-80, SBSI 92 Jabar Apresiasi Kinerja Polri Jaga Kondusivitas Buruh

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 mendatangkan banyak apresiasi dan harapan dari berbagai elemen masyarakat. Tak terkecuali dari kelompok buruh di Jawa Barat.

​Dewan Pimpinan Daerah Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPD SBSI ’92) Provinsi Jawa Barat secara khusus menyampaikan ucapan selamat sekaligus menaruh harapan besar agar Korps Bhayangkara terus konsisten menjadi pelindung masyarakat.

​Ketua DPD SBSI ’92 Jawa Barat, Ajat Sudrajat menilai, peran Polri sangat krusial dalam menciptakan rasa aman. Bukan hanya bagi masyarakat luas, tetapi juga dalam menjaga kondusivitas di lingkungan ketenagakerjaan.

​”Rasa aman dan ketenangan yang dirasakan oleh teman-teman buruh dalam bekerja saat ini merupakan buah dari dedikasi tiada henti sahabat-sahabat kita di kepolisian,” ujar Ajat, Senin (29/6/2026).

​Menurut Ajat, selama ini Polri telah hadir sebagai penengah, pelayan, dan pembawa keteduhan di tengah-tengah dinamika sosial.
​Oleh karena itu, ia mengajak seluruh kaum pekerja di Jawa Barat untuk bersama-sama menjaga persatuan di dalam bingkai NKRI.

Termasuk, memberikan dorongan moral kepada institusi Polri agar selalu bekerja secara profesional, modern, dan terpercaya.
​Ia menambahkan, stabilitas kamtibmas yang dikawal oleh kepolisian merupakan pondasi utama bagi iklim investasi yang sehat. Hal itu yang pada akhirnya akan bermuara pada kesejahteraan para buruh.

​”Sukses untuk Polri. Ketika Polri mampu menjalankan tugasnya dengan baik, maka Indonesia akan semakin maju. Jayalah Polri, jayalah negeri kita tercinta,” tuturnya.

​Refleksi dan Ruang Dialog Bersama Pekerja
​Lebih lanjut, jajaran pengurus DPD SBSI ’92 Jawa Barat memandang momentum pertambahan usia ini sebagai waktu yang tepat bagi kepolisian untuk melakukan refleksi internal.

​Di tengah derasnya arus keterbukaan informasi, Polri diharapkan terus membuka ruang komunikasi yang inklusif dengan elemen serikat buruh.

​Meski begitu, SBSI ’92 menegaskan bahwa Polri tetap menjadi pilar yang tidak tergantikan dalam mengayomi masyarakat.

​”Kita tidak menutup mata bahwa dalam perjalanannya terkadang ada oknum yang melakukan tindakan indisipliner. Namun, tindakan individu tersebut tentu tidak boleh mereduksi komitmen besar institusi Polri secara keseluruhan,” jelas Ajat.

​Dikatakan dia, jika ada satu dua oknum yang menyimpang dari tugas pokoknya, itu adalah tantangan internal dan tidak bisa menjadi cerminan institusi.

​Secara umum, kata Ajat, Polri tetap berada di jalur yang benar untuk melayani publik.

​”Tugas kita sebagai masyarakat dan kaum buruh adalah terus mendukung, mengkritik secara konstruktif melalui dialog, dan mendoakan agar Polri tetap kokoh berdiri di atas keadilan,” tambahnya.

​Menutup pernyataannya, DPD SBSI ’92 Jawa Barat berharap kemitraan yang strategis antara aparat penegak hukum, pekerja, dan pengusaha dapat terus ditingkatkan demi terwujudnya keadilan sosial dan kedamaian di wilayah Jawa Barat. (FTH)