BISNIS

KAI Daop 2 Bandung Ingatkan Keselamatan di Perlintasan Sebidang: Dahulukan Perjalanan Kereta Api

×

KAI Daop 2 Bandung Ingatkan Keselamatan di Perlintasan Sebidang: Dahulukan Perjalanan Kereta Api

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung kembali mengeluarkan peringatan keras bagi para pengguna jalan. Kedisiplinan saat melintasi perlintasan sebidang bukan lagi sekadar imbauan, melainkan kewajiban demi nyawa dan keselamatan bersama.

​Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa titik pertemuan antara jalur besi dan jalan raya merupakan area rawan kecelakaan yang memerlukan kewaspadaan tinggi.

​”Jangan sekali-kali menerobos palang pintu. Sesuai undang-undang, saat sirine berbunyi atau palang mulai menutup, semua kendaraan wajib berhenti. Dahulukan perjalanan kereta api,” tegas Kuswardojo. Rabu (29/4/2026)


​Bukan tanpa alasan imbauan ini terus digencarkan. Berdasarkan catatan KAI Daop 2 Bandung, angka “temperan” atau kecelakaan di jalur rel masih cukup tinggi akibat rendahnya kesadaran masyarakat.

​Catatan Sepanjang Tahun 2025:

​Tertemper orang di jalur: 51 kejadian.
​Kendaraan roda 2 di perlintasan: 11 kejadian.
​Kendaraan roda 4 di perlintasan: 3 kejadian.

​Update Triwulan I Tahun 2026:

​Tertemper orang di jalur: 14 kejadian.
​Kendaraan roda 2 (jalur & perlintasan): 4 kejadian.
​Kendaraan roda 4 (jalur): 2 kejadian.

​Kuswardojo memaparkan, saat ini terdapat 342 perlintasan sebidang di wilayah Daop 2 Bandung. Namun, hanya 115 perlintasan yang memiliki palang pintu resmi dan dijaga petugas bersertifikat. Sisanya? Merupakan perlintasan tidak dijaga yang tersebar di berbagai titik.

​”Jalur rel itu bukan tempat nongkrong atau beraktivitas. Kami masih menemukan warga yang berjalan atau parkir kendaraan di dekat rel. Itu sangat berbahaya dan taruhannya nyawa,” tambahnya.

​Tak tinggal diam, KAI Daop 2 Bandung terus menggandeng berbagai komunitas pecinta kereta api seperti Railfans Cimahi, Cianjur, Garut, Sahabat Kereta Api, hingga IRPS untuk melakukan langkah pencegahan.

​Beberapa upaya yang terus dikebut antara lain:

​Sosialisasi masif di perlintasan sebidang.
​Edukasi langsung ke sekolah-sekolah dan warga sekitar rel.
​Pemberian bantuan CSR sebagai bentuk kepedulian sosial.

​”Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari bangun budaya tertib, patuhi rambu-rambu, dan pastikan tengok kanan-kiri sebelum melintas. Jangan korbankan nyawa demi terburu-buru,” pungkasnya. (Am)