Kinerja Menteri Desa PDDT Diapresiasi Sahabat Desa Nusantara

  • Bagikan
Ketua Umum Sahabat Desa Nusantara, Ahmad Yani Budi Santoso

KAPOL.ID – Kinerja Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDDT), Abdul Halim Iskandar, yang akrab disapa Gus Menteri diapresiasi Sahabat Desa Nusantara (SDN).

Ketua Umum SDN, Ahmad Yani Budi Santoso memandang Gus Menteri mampu membawa desa keluar dari persoalan yang dihadapi, terbukti pada saat terjadi wabah pandemi Covid-19.

“Sejak dini sudah mengantisipasi mewabahnya virus tersebut di desa. Dengan mengeluarkan Surat Edaran tentang pembentukan relawan desa lawan covid dan mengintruksikan penganggaran untuk penanganan dan pencegahan covid-19 di desa,” papar A. Yani, kepada KAPOL, Sabtu (17/4/2021).

Menurutnya, tidak terjadi lonjakan yang signifikan di desa, sampai dengan kebijakan refocusing anggaran Dana Desa menjadi BLT untuk warga miskin yang terdampak secara ekonomi di desa dan Padat Karya Tunai Desa adalah kebijakan yang sangat tepat.

Lembaga Sahabat Desa Nusantara yang terdiri dari pendamping desa, kepala desa perangkat desa, pengurus Bumdesa, PKK, LPMD, Kader Posyandu/Kesehatan, akademisi dan pegiat desa lainnya juga ikut membantu segala program kementerian desa PDTT. “Termasuk penanganan dan pencegahan Covid-19 di desa,” ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskannya, saat ini kepengurusan Sahabat Desa Nusantara telah terbentuk di 29 Provinsi, 154 Kabupaten dan dilanjutkan pembentukan pengurus level kecamatan sampai desa.

“Targetnya tahun 2021 terbentuk kepengurusan sampai di desa diperkirakan berjumlah 1.126.000 pengurus,”ujarnya.

Kepuasan terhadap kinerja menteri tersebut diakui A. Yani, karena banyak program berbasis aplikasi digital yang menunjang Desa bekerja semakin baik.

Sebut saja, Indeks Desa Membangun (IDM), Sistem Informasi Pembangunan Desa (Sipede), Pengaduan Masyarakat (Sipemandu), Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD), Galeri Desa, Ruang Desa, Produk Desa, Berita dan pengawasan, Pembelajaran Daring (Akademi Desa 4.0).

Termasuk yang terakhir yakni Aplikasi eDMC tentang informasi Covid-19 dan Aplikasi eHDW terkait Kesehatan dan Stunting dan masih banyak yang lainnya semuanya berjalan normal di era New Normal ini.

“Ditambah lagi terobosan baru seperti program Perguruan Tinggi Desa (Pertides) dan yang terbaru program One Village One Innovaton yang baru saja dicanangkan, tentu itu suatu keberhasilan yang patut diapresiasi,” ujarnya.

  • Bagikan