Klub Sukapura Basketball Academy Terbentuk, Final Kompetisi Sengit

Potong tumpeng menandai resminya Klub Sukapura Basketball Academy di GOR Sukapura Dadaha Kota Tasikmalaya, Sabtu (28/5/2022).*

KAPOL.ID –
Partai final putra tingkat SMA Sukapura Basketball Competition 2022 berlangsung sengit di GOR Sukapura Dadaha Kota Tasikmalaya, Sabtu (28/5/2022).

SMA 5 Kota Tasikmalaya bertemu dengan SMA 1 Kota Banjar. Kuarter pertama dan kedua, tim tuan rumah berhasil unggul 12-10 dan 28-22.

Namun pada kuarter ketiga malah tertinggal dengan skor 36-38. Dan kuarter keempat skor 46-57 untuk kemenangan SMA 1 Kota Banjar.

Pelatih SMA 5 Kota Tasikmalaya, Yusup mengakui, timnya masih harus banyak pembenahan.

Apalagi tidak banyak stok pemain yang tersedia setelah lama vakum karena pandemi covid-19.

“Pemain di bench stoknya terbatas, kita tidak punya banyak pilihan untuk pergantian. Selama pandemi, pembinaan agak terkendala.”

“Meskipun tidak menjadi juara pertama, saya bangga dengan perjuangan anak-anak. Apalagi tim lawan mayoritas kelas Porda,” katanya.

Sementara itu juara ketiga putra berhasil diraih SMA 2 Kota Tasikmalaya. Di nomor putri, SMA 1 Kota Tasikmalaya menjadi juara pertama. Disusul SMA 2 Kota Tasikmalaya dan ketiga SMA Al Mutaqin Tasikmalaya.

Di tingkat SMP putra diraih SMPN 1 Kota Banjar, SMP 2 Kota Tasikmalaya, lalu SMP Al Mutaqin. Di nomor putri, juara pertama milik SMP 17 Kota Tasikmalaya, disusul SMP 1 dan SMP 16.

Pada kesempatan yang sama, klub Sukapura Basketball Academy resmi terbentuk di GOR Sukapura Dadaha Kota Tasikmalaya.

“Ini wadah pembibitan ke jenjang ke lebih tinggi lagi terutama usia dini di Kota Tasik. Momen untuk menggairahkan lagi insan bola basket setelah pandemi.”

“Kompetisi tadi mematangkan skil para pebasket yang ada di Tasik khususnya, umumnya di Priangan Timur,” ucap Pemilik Klub, Riky Susanto.

Ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Tasikmalaya, Deddy Mulyana mengatakan, keberadaan klub dapat mencetak altit masa depan.

Apalagi sudah membina bibit-bibit altit sejak usia TK-SD hingga dewasa. Sehingga secara fisik dan mental sudah terasah sejak kecil.

“Dalam beberapa tahun kedepan kita tidak akan kekurangan stok atlit basket,” ucapnya. ***