KAPOL.ID – Genderang perang terhadap peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polda Jawa Barat terus ditabuh. Tak main-main, dalam kurun waktu dua bulan saja (April-Mei 2026), jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar beserta Polres jajaran sukses menggulung ratusan pelaku.
Data yang dihimpun, sebanyak 474 kasus berhasil diungkap dengan total tersangka mencapai 593 orang. Angka yang cukup fantastis sekaligus memprihatinkan bagi kondusivitas wilayah di Jawa Barat.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan S.I.K., M.H, menegaskan bahwa pengungkapan besar-besaran ini adalah bukti nyata komitmen kepolisian yang tidak memberi ruang bagi para bandar dan pengedar.
“Polda Jawa Barat bersama jajaran terus melakukan penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika. Pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan kami dalam menyelamatkan masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” ujar Hendra kepada awak media, Rabu (13/5/2026).
Bukan hanya jumlah tersangka yang bikin geleng-geleng kepala, barang bukti yang disita petugas pun tergolong jumbo. Jika dikonversi ke nilai rupiah, jumlahnya ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Adapun rincian barang haram yang berhasil diamankan petugas antara lain:
Sabu: 6.140,29 gram (6,1 Kg)
Ganja: 1.579,01 gram
Tembakau Sintetis: 2.955,77 gram
Cairan Sintetis: 828 ml
Ekstasi: 71 butir
Obat Keras Terbatas (OKT): 569.819 butir
Salah satu tangkapan yang cukup menonjol yakni keberhasilan personel Ditresnarkoba Polda Jabar yang berhasil mengamankan paket sabu seberat lebih dari satu kilogram di kawasan Bojongloa Kidul, Kota Bandung. Hal ini menunjukkan bahwa pusat kota masih menjadi sasaran empuk peredaran barang jahanam tersebut.
Sementara itu, Dir Res Narkoba Polda Jabar, Kombes Pol. Albert RD., S.Sos., S.I.K., M.Si, menyebutkan bahwa modus operandi yang digunakan para pelaku kini semakin beragam dan licin. Namun, pihaknya memastikan akan terus memperketat pengawasan di lapangan.
Ia pun meminta peran aktif masyarakat agar tidak takut melapor jika mencium aroma transaksi atau aktivitas mencurigakan di lingkungannya.
”Kolaborasi masyarakat sangat dibutuhkan. Segera lapor jika ada aktivitas mencurigakan. Kita jaga Jawa Barat dari ancaman narkotika,” pungkasnya. (AM)
KAPOL.ID – Genderang perang terhadap peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polda Jawa Barat terus ditabuh. Tak main-main, dalam kurun waktu dua bulan saja (April-Mei 2026), jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar beserta Polres jajaran sukses menggulung ratusan pelaku.
Data yang dihimpun, sebanyak 474 kasus berhasil diungkap dengan total tersangka mencapai 593 orang. Angka yang cukup fantastis sekaligus memprihatinkan bagi kondusivitas wilayah di Jawa Barat.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan S.I.K., M.H, menegaskan bahwa pengungkapan besar-besaran ini adalah bukti nyata komitmen kepolisian yang tidak memberi ruang bagi para bandar dan pengedar.
“Polda Jawa Barat bersama jajaran terus melakukan penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika. Pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan kami dalam menyelamatkan masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” ujar Hendra kepada awak media, Rabu (13/5/2026).
Bukan hanya jumlah tersangka yang bikin geleng-geleng kepala, barang bukti yang disita petugas pun tergolong jumbo. Jika dikonversi ke nilai rupiah, jumlahnya ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Adapun rincian barang haram yang berhasil diamankan petugas antara lain:
Sabu: 6.140,29 gram (6,1 Kg)
Ganja: 1.579,01 gram
Tembakau Sintetis: 2.955,77 gram
Cairan Sintetis: 828 ml
Ekstasi: 71 butir
Obat Keras Terbatas (OKT): 569.819 butir
Salah satu tangkapan yang cukup menonjol yakni keberhasilan personel Ditresnarkoba Polda Jabar yang berhasil mengamankan paket sabu seberat lebih dari satu kilogram di kawasan Bojongloa Kidul, Kota Bandung. Hal ini menunjukkan bahwa pusat kota masih menjadi sasaran empuk peredaran barang jahanam tersebut.
Sementara itu, Dir Res Narkoba Polda Jabar, Kombes Pol. Albert RD., S.Sos., S.I.K., M.Si, menyebutkan bahwa modus operandi yang digunakan para pelaku kini semakin beragam dan licin. Namun, pihaknya memastikan akan terus memperketat pengawasan di lapangan.
Ia pun meminta peran aktif masyarakat agar tidak takut melapor jika mencium aroma transaksi atau aktivitas mencurigakan di lingkungannya.
”Kolaborasi masyarakat sangat dibutuhkan. Segera lapor jika ada aktivitas mencurigakan. Kita jaga Jawa Barat dari ancaman narkotika,” pungkasnya. (AM)












