Connect with us

BISNIS

Mantan Napi Bangkit, Pencetus Kuliner Sotong

|

Proses pembuatan makanan penganan Sotong, sedikitnya melibatkan 20 karyawan yang dikelola Saeful Anwar.

KAPOL.ID – Siapa sangka, tepung tapioka yang biasa digunakan untuk bahan pembuatan kue, bisa dijadikan bahan penganan makanan jenis sotong.

Seperti yang dilakukan Saeful Anwar (36), seorang mantan narapidana (Napi) narkoba binaan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya.

Ya, Saeful Anwar yang juga relawan penggiat anti narkoba ini jadi pencetus kuliner jenis sotong.

Kini dalam satu hari produksi sotong yang mempekerjakan 20 orang lebih warga setempat tersebut menghabiskan tepung tapioka sebanyak 3-4 kwintal tiap harinya untuk satu pabrik. Ditambah keperluan satu pabrik lainnya 2 kwintal per hari tepung tapioka.

“Label sebagai residivis masih dianggap sebagai imej yang menakutkan. Padahal semua mantan narapidana berhak mendapatkan kesempatan untuk memulai lagi hidupnya yang baru, bukan justru didiskriminasi oleh publik,” kata Saeful Anwar kepada KAPOL.ID, di sela mengawasi para karyawannya, Kamis (25/6/2020) siang.

Menurut Saeful kehidupan kelam masa lalunya tak semata-mata menghalangi keberhasilan yang kini ia capai.

“Dulu di Merak Tangerang Banten, saya tersangkut pergaulan kelam dan akhirnya bergelut dengan bisnis narkoba. Pelan, tapi pasti, saya bangkit dan inilah hasilnya,” ucapnya.

Saepul berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya hanya petani dan ibunya ibu rumah tangga biasa. Ketika berumur 24 tahun terpengaruh teman sebayanya menggunakan narkoba. Da dikenal sebagai pemabuk, pembuat onar, suka berkelahi dan pecandu narkoba.

Akibat hidupnya yang suka hura-hura membuat Saepul mempunyai banyak utang. Lantaran terbelit utang itulah yang membuat Saepul beralih profesi sebagai pengedar narkoba. Saepul akhirnya tertangkap polisi saat tengah beraksi menjual narkoba. Ketika di dalam penjara, dia banyak merenungi hidupnya dan mulai membuat rencana hidup positif setelah bebas.

Saepul mengakui kedua orang tuanya banyak memberi nasihat agar jangan menyerah pada keadaan. Hal inilah yang membuat Saepul termotivasi untuk berbuat hal baik setelah keluar Lapas.

Kini setelah dirinya menghirup udara bebas, Saepul mendalami usaha memproduksi sotong. Dia terus meniti karir hingga akhirnya mencapai puncak dan berhasil. Tak hanya itu, Saepul kini mempunyai pekerjaan lain yang tak kalah hebat. Yakni jadi relawan penggiat anti narkoba binaan BNN Kota Tasikmalaya.

Dia membantu para narapidana lain dengan memberi bimbingan konseling berupa nasihat berdasarkan pengalaman hidupnya kepada mereka. Saepul tak mau jika para narapidana itu semakin terpuruk ketika mereka bebas dari penjara.

Selain itu Saepul juga kerap diminta memberikan testimoni di hadapan para warga binaan. Seperti yang dilakukan pada Rabu (24/6)/2020) siang, di Lapas Kelas II B Kota Tasikmalaya.

Saeful Anwar

Menurut Kapala BNN Kota Tasikmalaya, Tuteng Budiman, kegiatan yang dikaitkan dengan peringatan hari anti narkoba internasional ini diharapkan jadi motivator dan inspirasi bagi warga binaan.

“Masa lalu yang kelam dijadikan Saeful sebagai cambuk agar tidak terulang. Dia menyongsong masa depan dengan gemilang,” ujar Tuteng, tadi siang di sela sela persiapan peringatan Hari Anti Narkoba Internasional, di halaman kantornya.

Dikatakan Tuteng, Saeful membuktikan bahwa kehidupan kelam masa lalunya tak semata-mata menghalangi keberhasilan yang kini diraih. Ya, Saeful menemui kesempatan kedua dalam hidup. (DSS)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *