Merayakan Idulfitri di Tempat Isolasi

  • Bagikan
Ilam maolani, pedidik dan Bendahara PDM Kota Tasikmalaya merayakan Idulfitri di tempat isolasi akibat Covid-19. Ia mengirim pesan bahwa di sana seakan tinggal di dunia tanpa penduduk.

KAPOL.ID–Ilam Maolani, seorang pendidik yang juga Bendahara Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Tasikmalaya; merayakan Idulfitri di ruang isolasi. Sejak beberapa hari lalu, ia dinyatakan positif Covid-19.

Baru-baru ini, Ilam menyampaikan pesan melalui video berdurasi 3 menit 2 detik. Pesan tersebut kemudian menyebar melalui beberapa grup WhatApps.

Ilam mengaku dirinyalah yang meminta Satgas Covid-19 Kota Tasikmalaya untuk menjemputnya dari rumah. Satgas Covid-19 kemudian menempatkannya di ruang isolasi RSUD dr. Soekardjo, Kota Tasikmalaya.

“Gejala awal sebelum saya dinyatakan positif Covid-19, saya merasakan kepala pusing, lalu panas dan batuk-batuk,” terangnya dengan suara agak tersengal-sengal.

Ilam pun mengaku bahwa salah satu rumah sakit di Kota Tasikmalaya memvonisnya positif Covid-19, berdasarkan pemeriksaan rapid antigen. Sementara setelah sepekan menjalani masa isolasi, ia berharap publik terus berhati-hati.

“Rekan-rekan, bahwa Covid-19 benar-benar nyata adanya dan itu bisa mengintai kita di mana saja, dengan siapa saja,” lanjutnya.

Karena itu, Ilam berpesan agar semua pihak tetap menaati protokol kesehatan: tetap memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan.

Ilam juga berpesan agar mengurangi mobilitas yang tidak perlu, apalagi yang berpotensi terpapar Covid-19. Terpenting, katanya, menjaga imun dan iman kepada Allah.

“Di rumah sakit ini betul-betul sendiri, rekan-rekan. Kita hanya ditemani oleh perawat yang setiap hari mengecel suhu tubuh, tensi, saturasi. Kita seakan-akan berada di dunia yang sepi, tidak ada warga dan keluarga,” tambahnya.

Ilam berharap tidak ada yang senasib dengan dirinya. Kalaupun ada, ia berpesan agar tetap semangat dan optimis akan sembuh. Tetap berusaha dan berdoa kepada Allah.

  • Bagikan