oleh

Merespon Kerajaan Abal-abal, Unigal Buka Mata Kuliah “Kagaluhan”

KAPOL.ID – Merebaknya kerajaan baru yang tidak jelas latar belakang sejarahnya, ditanggapi Rektor Universitas Galuh (Unigal), Dr. Yat Rospia Brata. Termasuk isu radikalisme akhir-akhir ini.

“Berita mengenai kerajaan-kerajaan baru yang tidak jelas latar belakang sejarahnya dikhawatirkan seperti paham radikalisme yang berpotensi mengganggu keutuhan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Kampus, menurutnya, mesti andil merespon perkembangan itu denga langkah nyata.

“Unigal akan membuka mata kuliah Kagaluhan,” ujar Yat Rospia Brata.

Menurutnya mata kuliah itu untuk mengenalkan kembali sejarah nenek moyang agar mahasiswa tahu apa itu Galuh.

“Mata kuliah Kagaluhan berlaku bagi mahasiswa S1 dan S2 yang dilaksanakan hanya satu semester. Dalam mata kuliah ini, mahasiswa akan menerima penjelasan terkait filosofi dari sejarah Galuh. Mata kuliah ini lebih cenderung membahas tentang filosofi seni dan budaya Galuh,” tutur Yat menjelaskan.

Komentar