KANAL  

MUI Kab. Tasik Gelar Workshop Penanggulangan Kenakalan Anak dan Remaja

MUI Kabupaten Tasikmalaya melangsungkan workshop sebagai ikhtiar penanggulangan kenakalan anak dan remaja pada era digital. (Foto: kapol.id/Amin R. Iskandar)

KAPOL.ID—Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tasikmalaya menggelar Workshop Penanggulangan Kenakalan Anak dan Remaja pada Era Digital, Rabu (25/8/2021). Pengurus MUI tingkat kecamatan dan desa sebanyak 215 orang terlibat sebagai peserta.

Ketua pelaksana kegiatan, Drs. H. A. Manap M. Yazid, M.Si mengemukakan bahwa untuk menghindari kerumunan, pelaksanaan workshop dibagi menjadi dua tahap. Sebanyak 78 untuk tahap pertama, sisanya untuk hari kedua; Kamis (26/8/2021).

“Pertimbangan menyelenggarakan kegiatan ini karena MUI—sebagai  lembaga yang diberi amanah menjaga dan mewujudkan kemaslahatan umat—memandang perlu berikhtiar menanggulangi besarnya ancaman dari bias penggunaan media sosial,” terang Manap.

Bias yang Manap maksud, era digital yang menyajikan sesuatu serba instan, cepat dan mendorong persaingan dapat menimbulkan dampak negatif yang lebih jahat dari virus Corona, di samping membawa dampak positif.

“Misalnya, hari ini banyak kiai dari pesantren yang sudah melaksanakan pengajian melalui meeting zoom, tetapi banyak pula masyarakat terutama generasi muda dan anak-anak yang terinfeksi konten radikalisme, hoaks dan pornografi,” lanjutnya.

Atas dasar hal tersebut, kata Manap lebih lanjut, melalui workshop tersebut pihaknya berharap agar pengurus MUI di tingkat desa dan kecamatan mengetahui dampak negatif digital bagi perkembangan anak dan remaja.

“Selain itu pengurus MUI di tingkat desa dan kecamatan juga agar memahami panduan hidup di era digital, baik berdasarkan norma agama, norma sosial maupun norma hukum,” lanjutnya.

Dengan demikian, harapan lebih jauhnya adalah terbangunnya kesadaran kolektif seluruh komponen masyarakat untuk melindungi dan melawan konten-konten negatif media sosial.

Sehingga materi workshop pun yang relevan dengan tujuannya. Antara lain “Panduan Pola Hidup di Era Digital oleh Ketua MUI Kabupaten Tasikmalaya”, “Dampak Media Sosial Terhadap Anak dan Rremaja oleh Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya”, dan “Langkah-langkah Prefentif Kepolisian dalam Menghadapi Pengaruh Media Sosial di Kalangan Anak dan Remaja oleh Kapolres Tasikmalaya”.