Nela Megalita: Longsor Cimanggung, 26 Meninggal, Dalam Pencarian 14

  • Bagikan

 

KAPOL.ID – Situasi dan kondisi lokasi tanah longsor di Dusun Bojongkondang, RT 03 RW 10, Desa Cihanjuang Kec. Cimanggung, masih perlu terus diwaspadai.

Karena, sesuai hasil dan diinformasi Badan Geologi jika disana masih ada retakan di beberapa titik lokasi longsor.

Juru Bicara Tim Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kecamatan Cimanggung dan Kecamatan Jatinangor, Nela Megalita mengatakan, total pengungsi saat ini 279 kepala keluarga (KK) 985 jiwa.

Adapun proses pencarian korban sampai dengan pukul 17.00 WIB korban meninggal dunia 26 orang.

Dikatakan, satu orang ditemukan pada Jumat malam pukul 21.24 WIB atas nama Jaka Sopandi (32) warga Dusun Bojongkondang RT 02 RW 10.

“Tadi sekitar pukul 16.15 WIB ditemukan satu korban lelaki dewasa namun sampai dengan saat ini masih tahap evakuasi sehingga korban pencarian sampai saat ini 14 orang dan korban meninggal dunia sebanyak 26 orang,” ujarnya.

Untuk kerugian materi di Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung diantaranya, rumah tertimbun 20 unit, rusak berat 26 unit, rusak sedang 3 unit dan rumah yang terancam dampak longsoran sebanyak 350 unit dan satu mesjid dalam kondisi rusak sedang.

“Hari ini Tim SAR Gabungan dibagi di 4 sektor yaitu sektor 1 rumah hajatan dan lapang voli, sektor 2 di gedung taman kanak-kanak (TK), sektor 3 belakang masjid An Nur dan sektor 4 di rumah yang terdampak longsor pertama,” ucapnya.

Jika korban ditemukan akan di evakuasi menggunakan ambulan ke posko Tim DVI di Puskesmas Sawahdadap.

“Untuk alat kita gunakan 4 unit alat berat adapun unsur yang terlibat yakni Basarnas Bandung, TNI Polri, BNPB, BMKG, Kemen PUPR, Tim DVI Polda Jabar, BPBD provinsi Jawa Barat, BPBD Sumedang, PMI provinsi Jawa Barat, Damkar Sumedang, BBWS Citarum, potensi SAR Jawa Barat dan Potensi SAR Jawa Tengah,” ujarnya. ***

Laporan: Hambali

  • Bagikan