Langkah ini disebut sebagai upaya penyegaran sekaligus ikhtiar memperkuat otot birokrasi demi pelayanan publik yang lebih trengginas
Rincian Pejabat yang Dilantik
Dari total 169 orang yang diambil sumpahnya, komposisinya terdiri dari:
136 Pejabat Struktural
15 Kepala Puskesmas
18 Pejabat Fungsional
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan bahwa rotasi dan promosi adalah hal lumrah dalam organisasi. Namun, ia mewanti-wanti agar jabatan ini tidak dianggap sebagai formalitas semata.
”Ini adalah amanah dari negara dan masyarakat. Jalankan dengan penuh tanggung jawab, karena integritas adalah harga mati,” tegas Farhan di hadapan para pejabat baru.
Farhan memberikan perhatian khusus kepada para Camat dan Lurah yang baru dilantik. Sebagai garda terdepan, mereka diminta tidak bekerja secara silo atau sendiri-sendiri. Sinergi antara kewilayahan dan perangkat daerah menjadi kunci agar visi Bandung 2029 bisa tercapai.
”Tidak ada yang merasa lebih penting. Semua bagian dari mesin yang sama. Kuncinya cuma dua: komunikasi dan kolaborasi,” katanya.
Ada yang menarik dalam pesan Farhan kali ini. Ia secara khusus menyoroti perilaku Aparatur Sipil Negara (ASN) di jagat maya. Di era keterbukaan informasi, Farhan meminta bawahannya bijak dalam jempol dan kata-kata di media sosial.
Menurutnya, setiap ucapan pejabat publik adalah referensi bagi masyarakat. Maka, etika dan akurasi informasi harus dijaga agar tidak memicu kegaduhan yang justru merusak kepercayaan publik.
”Gunakan media sosial dengan bijak. Jangan sampai informasi yang keliru malah meruntuhkan kepercayaan yang sudah kita bangun susah payah,” pungkasnya. (Jae)












