Pergerakan Tanah Gunung Tanjung, BPBD Tunggu Rekomendasi Badan Geologi

  • Bagikan
Kabid Darlog BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Irwan.*

KAPOL.ID –
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya masih menunggu rekomendasi atas pergerakan tanah di Kecamatan Gunung Tanjung.

Rencananya Badan Geologi akan meninjau lokasi besok pagi sekaligus memberi kajian perlu atau tidaknya relokasi.

“Jadi terkait relokasi atau tidaknya itu tergantung melihat hasil kajian oleh pihak Geologi,” kata Kabid Darlog BPBD Kab. Tasikmalaya, Irwan, Senin (22/02/2021).

Sebagaimana diketahui, pergerakan tanah di Desa Bojongsari Gunung Tanjung tercatat 300 rumah ikut terdampak.

“18 rumah sudah dikosongkan karena khawatir jika dihuni,” ujar Kades Bojongsari, Ubad Badruzaman.

Sementara itu, BPBD juga mencatat bencana longsor paling sering terjadi pada tahun 2021 ini.

Tak kurang 34 kejadian tersebar di beberapa kecamatan, disusul 12 angin kencang, tujuh kebakaran, enam pergerakan tanah dan jenis lainnya.

Dari keseluruhan bencana terdapat tiga orang yang meninggal dunia, 846 kepala keluarga (KK) atau 1.796 jiwa terdampak.

“Kalau korban yang meninggal itu, pertama akibat tersambar petir di Kecamatan Mangunreja, lalu kebakaran di Bojonggambir, dan satu di Cineam karena longsor proyek,” jelasnya.

Tak hanya warga, puluhan fasilitas umum, yaitu 17 titik jalan, lima titik irigasi, empat titik lahan pertanian, empat titik lahan perikanan, serta masing-masing satu titik di perkantoran dan jaringan listrik rusak.

Sementara rumah warga yang terdampak bencana mencapai ratusan. Sebanyak 31 unit rumah warga rusak berat, 44 unit rusak sedang, 41 unit rusak ringan, 58 unit terancam, dan 387 terendam banjir.

“Kalau kerugian akibat kejadian tersebut ditotal kurang lebih mencapai Rp 4 miliar,” katanya.

Ia mengimbau warga Kabupaten Tasikmalaya untuk selalu waspada akan kejadian bencana.

Sebab, saat ini kondisi cuaca sedang tidak menentu dan Kabupaten Tasikmalaya merupakan ini merupakan wilayah paling rawan bencana nomor dua di Indonesia.

“Wajib selalu waspada. Terutana kalau ada gejala berkaitan bencana, misal ada retakan, lonsgor, segera hubungi muspika dan BPBD,” tandasnya.***

  • Bagikan