OPINI  

Pertandingan Seru Pilkada Tasik Bergantung ke Mana “Warna” Hijau Berlabuh

Siapapun mengakui bahwa wilayah Kabupaten Tasikmalaya secara sosiologis dan perjalanan dinamika politisnya identik dengan “Hijau”. Masyarakat Tasik dikenal religius, kabupaten dengan ribuan mesjid, pondok pesantren, majlis taklim dan tentu saja kiai dan ajengan.

Pasca reformasi Kabupaten Tasikmalaya pemenang politiknya hingga pemilu tahun 2014 adalah PPP atau kekuatan hijau muda. Sehingga Ketua DPC Kala itu yaitu H Tatang Farhanul Hakim menduduki Ketua DPRD dan menjabat Bupati 2 periode. Lalu di lanjutkan oleh H Uu Ruzhanul Ulum 2.5 periode dengan terakhir Ketua DPRD nya H Ruhimat pada pemili 2014.

Baru pada pemilu 2014 PKB hanya beda 1 kursi dengan PPP. PKB 8 kursi dan PPP 9 kursi. Sementara pada pemilu 2019 Pememangnya Partai Gerindra 9 kursi dan kedua PKB 8 kursi sementara PPP 7 kursi. Dengan perolehan suara. Gerindra 190 rb an. PKB 138 rb an dan PPP 111 rb an.

Baru pada pileg 2019 inilah kekuatan hijau tua kalah oleh kekuatan hijau tua (PKB) dan non hijau (Gerindra). Sementata kepemimpinan di eksekutif Hijau muda diteruskana oleh kekuatan merah (PDIP) yaitu H Ade Sugianto yang naik dari posisi wabup menjadi Bupato karena Bupati H Uu Ruzhanul Ulumnya terpilih sebagai Wakil Gubernur Jabar berpasangan dengan Gubernur Ridwan Kamil.

Jika membaca peta politik pileg 2019 dan eksisting petahana bupati hari ini, maka pilkada september 2020 nanti akan sangat seru jika beradu dua kekuatan non hijau yaitu merah sebagai petahana (H. Ade Sugianto) dan Gerindra sebagai pemenang pilegnya yang memunculkan sosok H. Azis Rismaya Mahfud dengan Kekuatan hijau yang mana yang akan gabung diantara mereka.

Formulasinya Jika Hijau Tua (PKB) gabung menjadi Cawabup Petahana, maka boleh jadi hijai muda (PPP) akan gabung menjadi cawabup dari Koalisinya Gerindra. Pun bisa saja sebaliknya. Jika Petahana koalisinya mengambil Hijau Muda, bisa saja Koalisi Gerindra mengambil Cawabup dan koalisinya dengan Hijau Tua. Dan kondisi ini yang akan membuat Pilkada Tasik semakin seru dan menarik. Sementara kalau kekuatan hijaunya kumpul bersama dengan Kubu merah (PDIP) atau Gerindra maka selesailah sudah Pilkada itu. Jelas pemenangnya.

Lalu siapa figur di kekuatan kutub Hijau yang muncul. Berdasarkan informasi yang banyak beredar di publik. Di hijau tua (PKB) Tentu saja ada nama Haris Sanjaya sebagai ketua DPC PKB nya yang sukses membawa PKB dari 5 kursi di pemilu 2009 menjadi 8 kursi di pemilu 2014 dan 2019 dan memiliki hubungan sangat baik dengan Keluarga Besar Jamiyyah Nahdlatul Ulama dan kalangan ulama pesanyrennya. Di Hijau muda (PPP) ada nama H. Cecep Nurul Yakin yang menjabat Ketua DPC PPP dan juga Hj. Lina Marlina istri wagub Jabar Uu Ruzhan.

Fakta inilah menurut saya yang membuat Pilkada Kabupaten Tasikmalaya akan menjadi semacam pertarungan antara Kekuatan Hijau tua versus hijau muda. Tentu saja tanpa bermaksud menafikan kekuatan warna partai politik lainnya. Hal ini semata karena bacaan sosiologis dan politis karakteristik kultur masyarakat Kabupatrn Tasikmalaya yang memang identik dengan Hijau. Wallahu A’lam.